![]() |
| Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Pemuda Pelajar Ngali Mataram (KOMPLIT MATARAM), Nudia Saputra |
Mataram, (BeritaNTB.com)– Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Pemuda Pelajar Ngali Mataram (KOMPLIT MATARAM), Nudia Saputra, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk segera mengusut tuntas dugaan kasus kekerasan, perusakan, pembakaran, dan penjarahan yang menimpa seorang petani bawang merah asal Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Minggu (26/7/2026). KOMPLIT MATARAM meminta aparat kepolisian bertindak cepat dengan mengidentifikasi, menangkap, serta memproses hukum seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Ketua Umum KOMPLIT MATARAM, Nudia Saputra, mengecam keras tindakan yang dialami korban. Menurutnya, segala bentuk dugaan pelanggaran hukum tidak boleh diselesaikan dengan cara-cara kekerasan ataupun tindakan main hakim sendiri.
"Negara ini adalah negara hukum. Jika ada dugaan pelanggaran yang dilakukan seseorang, maka jalur penyelesaiannya adalah melalui proses hukum, bukan dengan tindakan anarkis yang merugikan dan mengancam keselamatan warga," tegas Nudia Saputra.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, tempat tinggal sementara korban berupa gubuk atau pondok petani, mesin air, bibit bawang merah, serta sejumlah barang berharga lainnya diduga mengalami kerusakan dan dijarah dalam peristiwa tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materiil yang cukup besar sekaligus trauma atas insiden yang dialaminya.
Menurut Nudia, tindakan kekerasan, perusakan, pembakaran, dan penjarahan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, aparat penegak hukum diminta hadir memberikan rasa keadilan dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam pernyataan sikapnya, KOMPLIT MATARAM menyampaikan empat tuntutan kepada aparat penegak hukum, yakni:
1. Mendesak Kapolda NTB segera mengambil langkah tegas dengan memerintahkan Kapolres Dompu melakukan penyelidikan dan penyidikan secara maksimal terhadap kasus yang menimpa petani asal Desa Ngali tersebut.
2. Meminta aparat kepolisian segera mengidentifikasi, menangkap, dan memproses hukum seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan, perusakan, pembakaran, dan penjarahan.
3. Meminta aparat penegak hukum mengusut secara mendalam seluruh rangkaian kejadian, termasuk mengungkap apabila terdapat pihak lain yang diduga terlibat atau menjadi aktor di balik peristiwa tersebut.
4. Mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan adanya pemulihan terhadap korban atas kerugian yang dialami.
"Kami meminta Polda NTB tidak tinggal diam. Kasus ini harus diusut sampai tuntas agar keadilan benar-benar dirasakan oleh korban. Jangan sampai tindakan main hakim sendiri menjadi preseden buruk di tengah masyarakat," ujar Nudia.
Ia menegaskan, KOMPLIT MATARAM akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus tersebut hingga tuntas. Organisasi tersebut berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.
"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami ingin memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada pihak yang merasa kebal terhadap hukum," tutup Nudia Saputra.(Red).
