Bima, (Beritantb.com) - Dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Bumi Pajo, Dosen dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bima menciptakan terobosan baru melalui program inovasi irigasi tetes otomatis dan pengelolaan limbah kulit durian. Rabu,(13/08/2025).
Progrogram yang diinisiasi oleh Dosen dan Mahasiswa melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa. Program ini menggabungkan dua terobosan penting yaitu penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) sistem irigasi tetes otomatis dan pengolahan limbah kulit durian menjadi produk bernilai ekonomis.
Pada aspek teknologi tepat guna, tim memperkenalkan sistem irigasi tetes otomatis yang dirancang untuk membantu petani menghemat air hingga 40 persen, mengurangi beban kerja, dan memastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang tepat sesuai kebutuhan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian warga. Sementara itu, pada aspek pengolahan limbah, kulit durian yang selama ini terbuang kini diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, di antaranya:
• Biokompos padat dan cair dari kulit luar durian yang bermanfaat sebagai pupuk organik.
• Cuka dari kulit dalam durian yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan dan kuliner.
• Cookies dari biji durian yang diolah menjadi tepung terlebih dahulu sebelum diproduksi menjadi camilan bernilai jual.
![]() |
Memperkenalkan produk olahan |
Sekretaris Desa Bumi Pajo, Nurdin, S.E., juga menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap keberlanjutan program ini. “Kami akan memastikan fasilitas dan pendampingan tetap diberikan agar inovasi ini terus berkembang,” katanya.
Ketua PKK Desa Bumi Pajo, Ramlah, menyoroti manfaat langsung bagi ibu-ibu rumah tangga. “Pengolahan limbah kulit durian menjadi produk bernilai jual sangat membantu kami menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.
Sementara, Ketua Pelaksana Program Dr. Syafruddin, S.E., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini berkat sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat. “Pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun kesadaran, keterampilan, dan kemandirian warga untuk mengelola potensi yang dimiliki,” ungkapnya.
Tim Peneliti Hibah Ir. Isra Junna, M.T., IPM., menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi. “Kami berharap teknologi irigasi tetes otomatis ini dapat terus digunakan dan dikembangkan, serta pengolahan limbah kulit durian menjadi peluang usaha baru yang bernilai jual tinggi,” jelasnya.
![]() |
Sistem irigasi tetes otomatis |
Sedangkan, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Assoc. Prof. Dr. Ridwan, S.H., M.H., memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif mahasiswa dan dosen pendamping. “Kegiatan ini mencerminkan komitmen UM Bima dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua LPPM UM Bima, Darmin, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong lahirnya program-program inovatif berbasis potensi lokal. “Kami ingin setiap desa binaan mampu menjadi pusat inovasi yang bermanfaat bagi warganya dan menjadi contoh bagi wilayah lain,” tuturnya.
Selain itu, Ketua LPPM UM Bima menyampaikan Terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) atas bantuan pendanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2025.
![]() |
Produk olahann |
Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada tujuan ke-2 (mengakhiri kelaparan), ke-6 (air bersih dan sanitasi), ke-8 (pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak), serta ke-12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).
Selain itu, kegiatan ini mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, yaitu pada IKU 2 (mahasiswa berkegiatan di luar kampus), IKU 3 (dosen berkegiatan di luar kampus), dan IKU 5 (hasil kerja dosen dimanfaatkan oleh masyarakat).
Lebih lanjut, program ini sejalan dengan Visi Pembangunan Nasional Asta Cita, khususnya Cita ke-3 (membangun Indonesia dari pinggiran), Cita ke-5 (meningkatkan kualitas hidup manusia), dan Cita ke-7 (mewujudkan kemandirian ekonomi). Dalam konteks Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), kegiatan ini berkontribusi pada fokus riset ketahanan pangan, energi terbarukan dan ramah lingkungan, serta teknologi rekayasa sosial.
![]() |
Foto dengan Mitra sasaran |
Fokus utama dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan literasi teknologi irigasi modern dan pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi pertanian, tetapi juga memiliki alternatif sumber penghasilan baru. Program ini diharapkan dapat menciptakan desa yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar. (Red).