Kongres AFEBI XIII, Gubernur NTB Tekankan Pariwisata Berlanjutan

Kongres AFEBI XIII, Gubernur NTB Tekankan Pariwisata Berlanjutan
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal membuka Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) XIII di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok Barat, Kamis (27/11).




Mataram,(Beritantb.com) - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya keseimbangan antara peningkatan pendapatan daerah dan pelestarian lingkungan, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata. Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) XIII di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok Barat, Kamis (27/11).


“Kami ingin meningkatkan PAD, tetapi di waktu yang sama tidak ingin mewarisi kerusakan kepada anak cucu kami. Kami ingin membangun ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan,” tegas Gubernur NTB.


Kongres yang mengusung tema “Kampus Berdampak Untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan” itu turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, & Teknologi RI, Brian Yuliarto. Iqbal menilai penguatan pariwisata berkelanjutan sangat strategis karena, meski secara administratif PAD pariwisata masuk ke kabupaten/kota, dampaknya tetap dirasakan dalam pertumbuhan ekonomi provinsi.


“Saya berharap sekali melalui pertemuan ini bisa menghasilkan rekomendasi yang tajam, bisa menjadi pengungkit dan pondasi buat kami di dalam perjalanan pembangunan pariwisata di NTB,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Gubernur NTB juga memaparkan visi pembangunan NTB bertajuk “Makmur Mendunia”. 


“Makmurnya dulu sebagai pondasi sambil kita menduniakan, karena kita tidak ingin ada satupun orang yang tertinggal dalam proses kemajuan dan pembangunan ini (no one left behind),” jelasnya.


Selain pariwisata, gubernur NTB juga mengajak peserta kongres untuk membahas konsep Blue Economy sebagai pendekatan pembangunan wilayah kepulauan. Ia menyebut NTB bersama provinsi kepulauan lainnya tengah memperjuangkan regulasi khusus yang lebih sesuai dengan karakteristik daerah.(Red).




Iklan