Dirut MGPA Priandhi Satria Pastikan Permukaan Aspal, Instalasi Kabel, dan Pemadam Kebakaran

Dirut MGPA Priandhi Satria Pastikan Permukaan Aspal, Instalasi Kabel, dan Pemadam Kebakaran
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria melakukan Track Inspection di Pertamina Mandalika International Circuit. 




Mandalika,(Beritantb.com) - Pada awal Januari 2026, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria melakukan Track Inspection di Pertamina Mandalika International Circuit


Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin MGPA untuk memastikan seluruh aspek lintasan, fasilitas pendukung, serta sistem keselamatan berada dalam kondisi optimal sebelum sirkuit kembali digunakan secara intensif sepanjang tahun.


Permukaan Aspal


Dalam peninjauan tersebut, Priandhi Satria menjelaskan secara langsung fungsi dan kondisi berbagai elemen lintasan, dimulai dari marka aspal di area pit lane. Ia menerangkan bahwa setiap warna memiliki arti dan fungsi yang jelas. 


“Ini adalah contoh aspal yang kita cat sebagai pembatas antara kendaraan yang masuk pit lane dengan area yang tidak boleh dilintasi, kecuali memang untuk masuk ke pit. Disini aja hijau dan disini ada hitam” ujarnya. Senin,(19/01/2026).


Priandhi Satria kemudian menunjuk marka merah putih di depannya. Ia menegaskan bahwa pengaturan warna dan marka di lintasan tidak dibuat secara sembarangan, melainkan sebagai panduan keselamatan dan keteraturan operasional. 


“Kalau yang merah putih, setelah garis putih kendaraan masih boleh melintas, tetapi hanya untuk parkir masuk ke area paddock,” jelasnya. 


Priandhi Satria selanjutnya menyoroti kondisi permukaan aspal yang mengalami pengelupasan. 


“Ini aspal yang sebelumnya sudah beberapa kali kita cat, terakhir pada saat MotoGP. Kondisinya sebenarnya mulus, tetapi saat ini dapat dilihat catnya terkelupas dan bahkan lapisan aspalnya ikut tergerus," katanya.



Menurutnya, kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebabnya bisa karena kendaraan berat yang melintas atau adanya benda tajam yang menggeruk permukaan lintasan. Dan faktor cuaca juga berperan signifikan. 


“Air hujan masuk ke pori-pori batuan aspal, menyerap ke kiri dan kanan, dan membentuk lingkaran di dalamnya", ujarnya 



Priandhi Satria menegaskan bahwa kerusakan kecil yang dibiarkan akan berdampak lebih besar. 


“Jika kondisi seperti ini dibiarkan, air akan terus menggenang setiap kali hujan. Dalam jangka waktu tertentu, batuannya akan semakin rusak, rapuh, dan area kerusakannya akan semakin meluas,” tuturnya.


Oleh karena itu, MGPA melakukan langkah perbaikan secara sistematis. “Untuk kondisi seperti ini, kita akan melakukan patching, menutup dengan lapisan aspal dan batuan. Setelah itu, permukaan akan kita cat kembali. Tujuan pengecatan ini agar air hujan tidak masuk ke dalam lapisan aspal, tetapi justru mengalir keluar", ujarnya.


Andhi Satria, sapaan akrabnya menekankan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari perawatan rutin. 


“Ini kita lakukan secara berkala di awal tahun untuk merapikan permukaan lintasan. Kemudian menjelang MotoGP, kita akan lakukan pemeriksaan dan perbaikan kembali", jelasnya.


Dirut MGPA ini juga mengungkapkan besarnya skala pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. 


“Pada MotoGP 2025, terdapat hampir 530 titik yang harus kita patching,” jelas Andhi Satria. 


Andhi Satria menerangkan bahwa tingginya aktivitas sepanjang tahun menjadi salah satu penyebabnya. 


“Sejak awal tahun sudah ada Mandalika Racing Series, Yamaha Sunday Race, berbagai kegiatan track day, sehingga intensitas penggunaan lintasan sangat tinggi", katanya.


Ia menambahkan, Ada kejadian motor jatuh atau injekan kaki pembalap yang menggerus permukaan lintasan sehingga menyobek aspal. Oleh karena itu, pada bulan Oktober dan November kita lakukan patching, perataan, dan perbaikan agar permukaan lintasan kembali menjadi satu kesatuan yang utuh.


Memasuki tahun 2026, pola perawatan tersebut tetap berlanjut. Menjelang MotoGP, kita periksa lagi dan bagian yang rusak akan kita perbaiki.


“Di awal tahun kita rapikan kembali, kemudian sirkuit digunakan untuk berbagai kegiatan,” ujarnya. 


Priandhi Satria menjelaskan alasan pekerjaan dilakukan sejak awal tahun. “Kita tidak ingin menunggu sampai MotoGP, karena sobekan-sobekan di permukaan lintasan ini berpotensi semakin rusak dan parah. Karena itu, kita patching dan tutup lebih awal agar air hujan tidak menyebar dan menggenang,” tegasnya. 


Instalasi Kabel di Sirkuit


Selain lintasan, perhatian MGPA juga tertuju pada infrastruktur pendukung, khususnya kabel-kabel di area pit wall. Priandhi menunjuk kabel yang tampak di dinding.


 “Di belakang saya ini adalah kabel fiber optik yang membawa data. Data tersebut bisa berupa sinyal untuk digital flag, sensor track limit, lampu-lampu, hingga panel informasi di atas gantry," jelasnya.



 

Ia menjelaskan bahwa sebagian kabel dipasang pada akhir tahun, sementara kabel lama telah ditempel dan ditutup di dalam dinding.


 “Penutupan ini dilakukan agar kabel tidak terpapar langsung oleh sinar matahari dan air hujan,” katanya.


Meskipun menggunakan kabel outdoor, risiko kerusakan tetap ada. “Jika kabel terus-menerus terpapar sinar UV, panas, dan hujan, lama-kelamaan kabel akan menjadi getas. Dalam kondisi getas, kabel bisa patah hanya karena diinjak atau tersentuh,” ujar Priandhi. 


Priandhi Satria menegaskan dampaknya sangat serius. “Jika kabel patah, maka seluruh sensor di ujung kabel tersebut tidak akan berfungsi karena fiber optiknya tidak lagi membawa sinyal,” katanya. 


Oleh sebab itu, MGPA melakukan penataan ulang. “Kabel akan kita rapikan, ditempel rapi ke dinding, lalu kita tutup agar terlindung dan umur pakainya lebih panjang,” jelasnya.


Alat Pemadam Kebakaran


Aspek keselamatan juga menjadi bagian penting dalam Track Inspection. Priandhi menunjukkan signage pemadam kebakaran di sejumlah titik. “Di setiap titik tertentu, kita pasang signage pemadam kebakaran agar semua peserta mengetahui lokasinya. Dibalik temboknya, pemadam api tersedia.”,” jelasnya. 


Andhi Satria menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. 


“Di awal tahun kita cek apakah alat masih berfungsi, isinya masih aman, dan masa berlakunya masih valid. Jika sudah melewati masa berlaku, alat tersebut akan kita kumpulkan dan ganti,” ujarnya. 


Pemeliharaan tidak berhenti di situ. “Setiap tiga bulan sekali, khususnya untuk pemadam dengan isi bubuk ABC seberat 6 kilogram, kita lakukan pengecekan rutin. Alat-alat tersebut kita putar dan kocok agar bubuk di dalamnya tidak menggumpal dan tetap efektif saat digunakan ,” katanya. 


*Slim door*


Pada bagian akhir peninjauan, Priandhi juga menyoroti penataan area di belakang pintu slim door. Ia menjelaskan bahwa area tersebut kini dicat dengan warna oranye. 


“Sebelumnya area ini berwarna beton sehingga menyatu dengan area lain. Karena banyak wartawan dan media yang melintas dan berhenti di sini, kita cat oranye agar jelas bahwa ini adalah area berbeda," ujarnya.



Ia menambahkan dengan warna oranye dan pemasangan signage, kita menegaskan bahwa di belakang pintu terdapat aturan, yaitu dilarang membuka pintu dan dilarang berdiri di area tersebut.


Melalui Track Inspection ini, Priandhi Satria menegaskan komitmen MGPA dalam menjaga standar keselamatan, kualitas lintasan, dan keandalan infrastruktur di Pertamina Mandalika International Circuit. 


Seluruh proses dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya memastikan sirkuit selalu siap digunakan untuk berbagai ajang nasional maupun internasional.(MGPA).






Iklan