Hj. Mahdalena : Peringatan Isra Miraj Mengajarkan Nilai Humanisme dan Empati Sosial

Hj. Mahdalena, S.S., MM : Peringatan Isra Miraj Mengajarkan Nilai Humanisme dan Empati Sosial
Kapoksi Komisi VII DPR RI, Hj. Mahdalena, S.S., MM



Bima,(Beritantb.com) - Kapoksi Komisi VII DPR RI, Hj. Mahdalena, S.S., MM menyampaikan bahwa momentum peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab/1447 H, Bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan tonggak peradaban yang sarat makna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 


"Peristiwa ini mengajarkan kepada kita tentang ketaatan, tanggung jawab, disiplin, dan integritas, yang menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan sejahtera", ungkapnya pada Jum'at,(16/01/2026).


Menurutnya, Isra’ Mi’raj menghadirkan pesan mendalam bahwa kepemimpinan sejati berangkat dari nilai-nilai ketakwaan, bukan sekadar kekuasaan. Dan Shalat yang diperintahkan dalam peristiwa agung ini merupakan simbol keterikatan antara dimensi spiritual dan dimensi sosial.


"Isra' Mi'raj mengajarkan bahwa setiap amanah publik harus dijalankan dengan kejujuran, keberpihakan kepada rakyat, serta komitmen kuat terhadap keadilan", jelas anggota DPR RI fraksi PKB tersebut.


Mahdalena menjelaskan bahwa dalam konteks kehidupan politik dan birokrasi, nilai Isra’ Mi’raj menuntun kita untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani. 


"Aparatur negara dan para pemangku kebijakan dituntut untuk bekerja dengan hati nurani, menjunjung tinggi etika, serta menjadikan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam setiap pengambilan keputusan", katanya.


Lebih dari itu, Mahdalena mengatakan bahwa Isra’ Mi’raj juga mengajarkan nilai humanisme dan empati sosial.  


"Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari sejauh mana negara hadir melindungi yang lemah, memberdayakan yang tertinggal, serta memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat tanpa kecuali", tuturnya.


Lanjut, Ia mengajak untuk mejadikan momentum Isra’ Mi’raj tahun 2026 ini sebagai ajakan kolektif untuk menyucikan niat, memperbaiki sistem, dan menguatkan komitmen pengabdian.


"Dengan sinergi antara iman, ilmu, dan integritas, insya Allah kita mampu menghadirkan kehidupan berbangsa yang bermartabat, damai, dan berkeadilan", tutupnya.(Red).







Iklan