![]() |
| Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTB, H. Edy Sofyan |
Mataram,(Beritantb.com) - Berdasarkan laporan dari pihak keluarga warga Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, melalui NTBCare bahwa ada seseorang PMI di Malaysia yang bernama Burahman, warga Desa Monggo, Kecamatan Madapangga saat ini tengah terbaring kritis di Rumah Sakit Umum di Miri, Sarawak, Malaysia. (Senin,26/01/2026).
Kondisinya dilaporkan semakin memburuk dan pihak rumah sakit menyatakan tidak lagi mampu melanjutkan perawatan. Serta pihak keluarga kesulitan untuk proses pemulangan PMI ke negara asal.
Menangapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTB, H. Edy Sofyan menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi yang di alami oleh salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bima di Malaysia yang sedang di rawat di Rumah Sakit Umum di Miri, Sarwak, Malaysia.
"Kita sangat merasa prihatin dengan kondisi yang di alami oleh Burahman yang sedang sakit dan kritis di negara orang. Apalagi saat sakit jauh dari keluarga", ujarnya saat di konfirmasi oleh media ini pada Rabu,(28/01/2026).
Edy Sopyan menjelaska kasus seperti ini sering kita temui dan sering terjadi karena mereka berangkat melalui jalur ilegal.
Kalau mereka berangkat secara resmi pasti ada jaminan dan perlindungan asuransi oleh negara tempat mereka bekerja dan semua masalah yang di alami oleh PMI akan diurus oleh Perusahaan tempat berkerja bersama P3MI yang memberangkatkan.
"Untuk mengantisipasi hal seperti ini, kita meminta kepada calon PMI, kalau mau berangkat ke luar negeri harus berangkat secara resmi melalui P3MI, jangan lewatkan jalur ilegal. Sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi", ungkapnya.
Lanjut, Edy Sopyan mengatakan bahwa sering berjumpa dengan PMI asal Bima di Sabah dan Sarawak Malaysia, Rata-rata mereka mengaku berangkat secara ilegal.
"Alasan mereka kenapa mereka berangkat melalui jalur ilegal karena P3MI yg mengurus keberangkatan bekerja secara resmi untuk kerja di Sabah dan Sarawak jarang ada yang berkantor di Bima. Sehingga mereka ambil jalur ilegal", tuturnya
"Kebanyakan P3MI yang berkantor di cabang Bima, Dompu dan Sumbawa memberangkatkan TKW tujuan Arab, Malaysia, Singapura, Taiwan dan lain-lain", tutupnya.(Red).
