![]() |
| Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam saat di Desa Pijot, Lombok Timur, Selasa (3/2/26). |
Lombok Timur,(Beritantb.com) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat terus berupaya mewujudkan destinasi berbasis kebudayaan melalui pembentukan museum-museum desa.
Setelah delapan museum desa berhasil terbentuk, kali ini museum NTB mengunjungi Desa Pijot dalam rangka pembinaan dan pembentukan museum desa.
"Kami ingin museum desa terus bertambah agar semakin memperkuat pelestarian benda bernilai sejarah, dan menjadi objek wisata baru berbasis kebudayaan", ujar Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, di Desa Pijot, Lombok Timur, Selasa (3/2/26).
Nuralam menjelaskan bahwa sebelumnya museum yang berada di NTB berjumlah berjumlah 5 buah museum diantaranya, 4 museum di pulau Sumbawa dan 1 museun di pulau Lombok yaitu Museum NTB.
Melalui program "Kotaku Museumku, Kampungku Museumku", lanjutnya, di tahun 2025 delapan museum desa di pulau Lombok berhasil terbentuk, dan di 2026 bertambah dua museum yaitu Museum Yayasan Asthapura Rinjani dan Museum Sanggar.
"Jadi jumlah muesum kita saat ini ada 15 museum. Ini adalah upaya kami untuk menjadikan setiap kampung dan desa menjadi living museum. Dan sesuai dengan apa yang di inginkan gubernur untuk membentuk 50 museum di NTB", terangnya.
Museum desa tidak hanya sebagai pusat destinasi tetapi dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif. Hal itu juga selaras dengan agenda pemerintah dalam memajukan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya sebagai ciri khas bagi setiap daerah.
Menurut Nuralam, museum desa juga bisa menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, merawat warisan budaya leluhur, hingga menjadikan sejarah dan budaya terus hidup.
"Kami yakin museum-museum desa kedepan dapat menjadi pendukung pariwisata berkualitas", pungkasnya.
Sementara itu, Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Lotim, Abdul Hayyi mengapresiasi upaya museum NTB dan mendorong agar museum-museum desa di Lombok Timur segera terwujud demi pelestarian dan pemajuan kebudayan.
Menurutnya, koleksi benda-benda yang bernilai sejarah masih banyak tercecer di masyarakat sehingga dengan adanya museum-museum desa benda-benda tersebut dapat di simpan dan dirawat dengan baik.(Red).
