Dijanjikan Kerja ke Turki, PMI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Ini Kata Ketua APJATI NTB

Dijanjikan Kerja ke Turki, PMI Asal NTB Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Ini Kata Ketua APJATI NTB
Ketua Apjati NTB Sekaligus Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama, H. Edy Sopyan 


Mataram,(Beritantb.com) - Sebuah video yang beredar di media sosial dan dikirimkan kepada keluarga memperlihatkan lima perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) memohon agar segera dipulangkan ke Tanah Air. Tiga di antaranya diketahui berasal dari Nusa Tenggara Barat.


Dalam video tersebut, para PMI menyampaikan kekhawatiran mereka menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah diberangkatkan dan bekerja ke Turki, namun dikirim ke Libya. Mereka berharap mendapat bantuan pemerintah untuk segera dipulangkan ke Indonesia.


Menanggapi hal tersebut, Ketua APJATI NTB,H. Edy Sopyan menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi yang di alami oleh lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) diantaranya Empat asal NTB yang berada di Libya yang diduga jadi korban Tindak Pidana Perdangan Orang.


"Kita sangat merasa prihatin dengan kondisi mereka yang diduga menjadi korban TPPO di Libya. Yang awalnya dijanjikan untuk bekerja di turki, Namun di bawa ke Libya ", ujarnya saat di konfirmasi oleh media ini pada Jum'at,(27/02/2026).


Lanjut, Ia menjelaskan kasus seperti ini sering kita temui dan sering terjadi karena mereka berangkat melalui jalur ilegal


"Untuk mengantisipasi hal seperti ini, kita meminta kepada calon PMI, kalau mau berangkat ke luar negeri harus berangkat secara resmi melalui P3MI, jangan lewatkan jalur ilegal. Sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi", ungkapnya Komisaris Utama PT. Cipta Rezeki Utama itu.


Selain itu, Ia meminta kepada pemerintah agar hadir untuk melindungi mereka. Dan khusunya untuk Aparat Penegak Hukum agar menangkap Calo yang memberangkatkan mereka.


"Pemerintah harus hadir untuk melindungi mereka. Dan Calo yang memberangkatkan mereka itu harus di tangkap", tutupnya.(Red).





Iklan