![]() |
| Rapat koordinasi peluang penempatan CPMI di jepang dari lulusan lembaga pelatihan kerja pada Jum'at,(28/02/2026). |
Mataram,(Beritantb.com) - PT Cipta Rezeki Utama melakukan terobosan besar dengan melakukan kerja sama langsung dengan PT Yanbo Umi Tokyo Jepang. MoU ini diklaim mampu memangkas biaya keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara signifikan melalui sistem direct user.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa peluang besar tersebut harus direspons dengan kesiapan yang terstruktur dan kolaboratif antar-LPK di daerah.
“Saya mendorong LPK se-NTB membangun kerja sama yang solid, menyatukan standar pelatihan, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kalau kita ingin masuk pasar Jepang, kualitas harus seragam dan terukur,” tegasnya saat melakukan rapat koordinasi peluang penempatan CPMI di jepang dari lulusan lembaga pelatihan kerja pada Jum'at,(28/02/2026).
Ia menekankan bahwa transformasi pembekalan menjadi kunci. “CPMI NTB harus dibekali kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri Jepang, penguasaan bahasa minimal standar yang dipersyaratkan, serta kemampuan komunikasi lintas budaya. Jangan hanya mengejar kuota, tetapi pastikan mereka benar-benar siap bersaing,” ujar Aidy.
Lanjut, penguatan soft skill menjadi perhatian utama. “Attitude, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan mental tangguh harus dibentuk sejak di LPK. Mereka membawa nama NTB. Saya ingin CPMI kita juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan nilai-nilai positif daerah di negara tujuan,” tambahnya.
Sementara, Direktur Utama sekaligus CEO PT Yanbo Umi Tokyo Bayu Joko Sanjaya menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang ketenagakerjaan serta pendidikan dan pelatihan di Jepang.
"Kerja sama kami dengan PT Cipta Rezeky memungkinkan proses yang lebih terbuka dan langsung. Hubungan kami sudah terbangun sejak pertemuan di Tokyo, sehingga koordinasi bisa dilakukan secara direct," ungkapnya.
Sedangkan, Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama, H. Edy Sopyan berkomitmen untuk menghadirkan biaya penempatan yang jauh lebih murah.
"Selama ini, tingginya biaya keberangkatan PMI ke Jepang sering kali disebabkan oleh panjangnya rantai birokrasi, mulai dari LPK di daerah hingga agen di Jakarta dan Jepang", ujarnya.
Ia memaparkan adanya opsi skema kerja sama yang sangat meringankan bagi mitra dan calon pekerja, mulai dari sistem deposit yang terjangkau.
"Dengan sistem direct bersama Pak Bayu di Tokyo, kita bisa menekan biaya hingga minimal 50 persen dari harga pasar saat ini", tegasnya.
"Fokus kita bukan cuma cari untung, tapi mencari berkah dengan membantu masyarakat," tambahnya.
Di kutip di halaman Lombok Post, Edy Sopyan memiliki visi besar bahwa pengiriman PMI ke Jepang secara masif dan prosedural akan memicu pembukaan rute penerbangan langsung (direct flight) dari Lombok ke Tokyo di masa depan.
Ia mencontohkan keberhasilan rute Kuala Lumpur - Lombok yang didominasi oleh pergerakan PMI, namun kemudian memicu lonjakan kunjungan wisatawan asal Malaysia ke NTB.
"Saat ini 60 persen penumpang dari Malaysia itu wisatawan yang penasaran dengan Lombok karena cerita dari teman-teman PMI di sana. Kita ingin pola yang sama terjadi dengan Jepang," tuturnya.
Untuk memastikan program ini berjalan bersih PT Cipta Rezeky Utama juga akan menjalin kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan staf rekruter di lapangan.
Selain menjalin MoU dengan perusahaan di Jepang, pihak PT Cipta Rezeki yang siap mengirim PMI ke Negeri Sakura juga menjalin MoU dengan sejumlah LPK yang ada di NTB.(*).
