Kadis Peternakan Dompu: Vaksinasi Ternak dan Monitoring Pabrik Pakan Pastikan Program FAO Berjalan Optimal

Kadis Peternakan Dompu: Vaksinasi Ternak dan Monitoring Pabrik Pakan Pastikan Program FAO Berjalan Optimal
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham SP, melalukan vaksinasi PMK dan monitoring program Food and Agriculture Organization (FAO) di Kelompok Tani Ternak dan pabrik pakan Kilimani Bersinar di desa Nanga Tumpu, Kecematan Manggelewa, Kabupaten Dompu.




Dompu,(Beritantb.com) - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham SP, melalukan vaksinasi PMK dan monitoring program Food and Agriculture Organization (FAO) di Kelompok Tani Ternak dan pabrik pakan Kilimani Bersinar di desa Nanga Tumpu, Kecematan Manggelewa, Kabupaten Dompu.


Ilham menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini untuk mengsuport petani ternak Dompu dan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan kerja sama Food and Agriculture Organization (FAO) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan Pemerintah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ilham pada Kamis, 5 Februari 2026. 


Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan seluruh program FAO, khususnya di sektor peternakan dan kesehatan hewan, berjalan efektif dan memberikan dampak nyata di daerah.


“Tujuan vaksinasi dan monitoring pabrik pakan ini adalah untuk mengecek dan memastikan bahwa kerja sama FAO dari PBB dengan Indonesia berjalan baik di Kabupaten Dompu,” ujar Ilham.


Ilham menjelaskan, FAO selama ini berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta peningkatan gizi masyarakat. Secara global, FAO mengelola lebih dari 650 proyek yang mencakup konservasi lahan, diversifikasi pangan, hingga pengembangan sistem agroforestri, termasuk program Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) yang telah diterapkan di Bali dan Dompu NTB


Kerja sama strategis FAO dan Indonesia dipimpin oleh Bappenas bersama Kementerian Pertanian, dengan cakupan lintas sektor. Selain pertanian dan peternakan, kemitraan ini juga menyasar penanganan perubahan iklim melalui perlindungan gambut dan mangrove, penguatan ekonomi biru, kesehatan hewan, serta regenerasi petani.


Dalam kerangka Country Programming Framework (CPF), FAO mendukung transformasi sistem pangan nasional agar lebih produktif, tangguh, dan sehat.


Program-program tersebut meliputi konservasi keanekaragaman hayati, pertanian cerdas iklim, pengembangan pangan akuatik berkelanjutan, serta penguatan sistem karantina hewan.


Di sektor kesehatan hewan, FAO bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk harmonisasi laboratorium karantina dan penanganan penyakit strategis seperti flu burung dan rabies. Upaya ini dinilai krusial dalam menjaga populasi ternak sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan.


FAO juga berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (NFA) dalam mendorong regenerasi petani melalui penerapan smart farming dan digitalisasi pertanian, guna menarik minat generasi muda di sektor pangan.


Seluruh kerja sama tersebut diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 serta Agenda 2030 Sustainable Development Goals (SDGs), sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional dari pusat hingga daerah.


Vaksinasi Perdana 2026


Kegiatan vaksinasi di Kelompok Tani Ternak (KTT) Kilimani Bersinar, Desa Nanga Tumpu merupakan vaksinasi PMK pembukaan untuk vaksinasi PMK tahun 2026. 


Ilham juga menyampaikan, untuk tahap pertama ini UPTD Peternakan dan Keswan Kec. Manggelewa mendapat jatah sebanyak 1.000 dosis. Sebenarnya vaksin ini untuk difokuskan pada kegiatan vaksinasi masal di area pelepasan Doroncanga. Namun kegiatan hari ini merupakan bentuk tanggap cepat pada kasus PMK di Desa Nangatumpu. 


"Semoga kegiatan vaksinasi ini menjadi contoh dan meningkatkan kesadaran peternak lain agar mau di vaksin," tutup Ilham.(Red).




Iklan