Menteri Kebudayaan RI Sambut Baik Penerbitan Buku Wastra Lombok

Menteri Kebudayaan RI Sambut Baik Penerbitan Buku Wastra Lombok
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menerima kunjungan Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Ahmad Nuralam bersama penulis sekaligus kolektor asal Australia Michael Abbot dan Dr. Muhammadun di ruang kerjanya di kompleks Kementerian Kebudayaan, Selasa (17/2/2026).


Jakarta,(Beritantb.com) - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menyambut baik rencana penerbitan buku berbahasa Inggris tentang wastra Lombok yang akan diluncurkan pada Juni 2026 di Adelaide, Australia Selatan.


Dukungan itu disampaikan Fadli Zon saat menerima kunjungan Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Ahmad Nuralam bersama penulis sekaligus kolektor asal Australia Michael Abbot dan Dr. Muhammadun di ruang kerjanya di kompleks Kementerian Kebudayaan, Selasa (17/2/2026).


Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan bahwa buku tersebut merupakan literasi internasional pertama yang secara khusus membahas kain tenun Lombok dan Bali, dengan fokus pada koleksi wastra Lombok milik Michael Abbot. 


"Buku itu ditulis dalam bahasa Inggris dan melibatkan sejumlah penulis dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali", ujarnya.


Nuralam berharap Menteri Kebudayaan berkenan memberikan kata pengantar dalam buku itu. Menurutnya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal juga dijadwalkan memberikan sambutan tertulis dan direncanakan hadir dalam peluncuran serta bedah buku di Australia.


Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon berjanji akan memberikan sambutan dan senang terkait promosi kebudayaan khususnya tentang kain lombok.


"Buku ini menjadi literasi internasional yang penting bagi pemajuan kebudayaan kita khususnya masyarakat lombok" kata fadli zon di ruang kerjanya.


Pertemuan yang semula diagendakan selama 30 menit berlangsung hampir dua jam dalam suasana santai. Fadli Zon bahkan mengajak rombongan melihat koleksi pribadinya yang ditata secara artistik di ruang kerja.


Dalam kesempatan tersebut, Nuralam juga melaporkan perkembangan program museum desa serta menyerahkan sejumlah buku terbitan Museum NTB, antara lain tentang tradisi bercocok tanam masyarakat Sasak dan manuskrip Markum.(Red).




Iklan