![]() |
| Pelantikan pengurus dan peringatan Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mataram berlangsung di Gedung Dome Universitas Mataram pada Senin, (16/02/2026). |
Mataram,(Beritantb.com) - Pelantikan pengurus dan peringatan Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mataram berlangsung di Gedung Dome Universitas Mataram pada Senin, (16/02/2026). Dengan mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan HMI Futuristik dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Himpunan Mahasiswa Islam menginjak usia ke 79 tahun telah melewati berbagai fase dan rintangan, tagline HMI Futuristik sebagai pengejewantahan terhadap perbahan zaman yang terjadi yakni kecanggihan teknologi yang kian masif, kader HMI tentu tidak boleh adaftip.
HMI Futuristik mempunyai arti bahwa kembali pada kerangka gerakan perjuangan organisasi yang menyatukan kekuatan nilai, ketajaman berpikir, kesiapan dan kecakapan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta semangat keislaman dan kebangsaan.
Dalam sambutan Ketua HMI Cabang Mataram Ahmad Nasri menyampaikan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah gerak kader dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.
"Dalam sebuah organisasi pentingnya budaya konsolidasi organisatoris guna mewujudkan efektivitas kerja-kerja struktural yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kaderisasi", ujarnya.
Ia mengatakan bahwa peran lembaga-lembaga pengembangan profesi sangat urgen dalam meningkatkan kualitas kader HMI.
Menurutnya, penguatan kapasitas keilmuan menjadi kunci agar kader mampu berpikir kreatif, inovatif, dan berdaya saing di tengah wacana bonus demografi.
"Kepemimpinan HMI yang futuristik harus berpijak pada misi organisatoris, yakni keislaman dan keindonesiaan", ungkapnya.
Ia menilai kepengurusan harus mampu membina regenerasi kader yang menjadi pelopor dalam berbagai platfrom gerakan sosial, ekonomi, budaya dan hukum.
Dalam konteks wacana Indonesia Emas 2045, HMI Cabang Mataram diharapkan mampu membentuk insan akademis yang kritis, rasional, dan berintelektualitas.
Selain itu, kader juga didorong memiliki kreativitas tinggi, mampu merumuskan ide dan inovasi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, serta menjunjung nilai spiritualitas dan religiusitas dalam memahami realita sosial.
Ahmad Nasri menutup sambutannya dengan menegaskan pentingnya komitmen kader dalam menjalankan gerakan moral demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT.(Red).
