![]() |
| Bunda Literasi sekaligus Ketua Permainan Tradisional NTB, Sinta Agathia Iqbal, saat menerima panitia Museum NTB yang turut didampingi Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, Jumat (1/5/2026). |
Mataram,(Beritantb.com) - Bunda Literasi sekaligus Ketua Permainan Tradisional NTB, Sinta Agathia Iqbal, memastikan kehadirannya dalam kegiatan Museum Masuk Sekolah di SDN 5 Batu Mekar, Lingsar, Lombok Barat pada Mei 2026.
Kepastian tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama panitia Museum NTB yang turut didampingi Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Sinta menyatakan komitmennya untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukatif tersebut, dengan mengusulkan penjadwalan pelaksanaan pada 12 Mei 2026.
“Kegiatan ini saya akan hadir, tapi saya minta dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2026", ujarnya.
Bertajuk "NTB Mendongeng: Bunda Sinta Bercerita", Museum Masuk Sekolah nantinya menggabungkan beberapa kegiatan yakni mendongeng, mengenal koleksi museum dan permainan tradisional yang berkolaborasi dengan Kampung Dongeng Batur Mataram dan Komunitas Alo Main.
Menurut Bunda Sinta konsep tersebut merupakan langkah inovatif dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Ia menilai, pendekatan yang adaptif dan kontekstual sangat diperlukan agar budaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Budaya di NTB ini masih perlu disentuh dan dihidupkan kembali, terutama bagi generasi muda kita kedepan. Kita harus menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan zamannya supaya budaya tidak dipandang dipandang sesuatu yang jadul, barang yang sudah lama, sudah tidak pas dengan zamannya", ungkapnya.
Untuk memaksimalkan kualitas kegiatan tersebut, Bunda Sinta juga meminta pihak museum untuk menyiapkan narasi cerita atau dongeng lokal NTB yang nantinya akan disampaikan kepada para siswa SDN 5 Batu Mekar.
Selain itu, mengenai agenda Museum Begawe yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026, dirinya mengupayakan untuk hadir, khususnya pada kegiatan museum untuk penyandang disabilitas serta malam puncak acara.(Red).
