![]() |
| Sebanyak 40 delegasi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengunjungi Museum Negeri NTB, Kamis (18/6/2025). |
Mataram,(Beritantb.com) - Sebanyak 40 delegasi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengunjungi Museum Negeri NTB, Kamis (18/6/2025).
Kunjungan ini dalam rangka studi banding terkait pengelolaan Cagar Biosfer dan Geopark Rinjani, sekaligus menggali potensi program pemberdayaan budaya berbasis masyarakat.
Rombongan yang dipimpin oleh sejumlah pejabat strategis dari provinsi termuda di Papua itu di sambut hangat Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan didamping Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. Menurutnya, studi banding antardaerah menjadi ruang penting untuk berbagi pengalaman dan memperkaya perspektif dalam upaya pelestarian sejarah, budaya, dan warisan alam.
“Saya yakin kunjungan ini sangat baik. Dan menjadi penting untuk menambah informasi dalam mengelola sejarah dan kebudayaan”, tuturnya.
Ia menjelaskan, di Museum NTB tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat informasi yang menyajikan berbagai pengetahuan tentang perkembangan geologi, sejarah, dan kebudayaan masyarakat NTB, termasuk keberadaan Gunung Rinjani.
“Jadi keberadaan pusat informasi geologi di museum ini menjadi salah satu sarana edukasi yang menghubungkan antara perspektif sejarah dan budaya”, katanya.
Sementara itu Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa pengelolaan Geopark Rinjani tidak hanya bertumpu pada aspek konservasi alam, tetapi juga pada pelestarian nilai budaya masyarakat yang hidup di sekitar kawasan.
Menurutnya, museum, menjadi salah satu ruang penting untuk mendokumentasikan, mengedukasi, dan memperkenalkan warisan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kawasan geopark.
“Jadi museum hadir sebagai pusat edukasi yang menghubungkan seluruh aspek tersebut”, ujarnya.
Nuralam juga menjelaskan bahwa NTB mempunyai kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari benda sejarah, budaya, dan tradisi dari masyarakat Sasak, Samawa, hingga Mbojo yang tersimpan di museum.
Sehingga pihaknya terus berupaya untuk menjadikan museum sebagai pintu masuk informasi tentang sejarah, budaya, dan identitas daerah bagi masyarakat luas.
“Jadi semua informasi sejarah dan kebudayaan termasuk pusat informasi geologi ada di museum”, ujarnya.
Museum Negeri NTB saat ini menyimpan 7.714 koleksi yang terdiri atas berbagai jenis benda cagar budaya, sejarah, etnografi, arkeologi, geologi, biologika, filologika, numismatika, keramologika, seni rupa, dan teknologika.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. Papua Barat Daya, Dr. Drs. Suardi Thamal mengaku terkesan dengan pengelolaan Museum Negeri NTB yang dinilai mampu menyajikan informasi sejarah, budaya, dan geologi secara lengkap dan menarik.
“Kami terus terang sangat terkesan dengan museum yang ada di Provinsi NTB ini. Koleksi peninggalan sejarahnya sangat lengkap, termasuk penjelasan mengenai kawasan Gunung Rinjani. Intinya kami datang untuk memperoleh pengetahuan, terutama bagaimana mengelola museum ini. Ke depan kami bisa belajar terutama dalam pengelolaan museum", ujarnya.
Ia juga berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan silaturahmi sekaligus dapat membuka peluang kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Provinsi NTB di bidang kebudayaan terutama pengelolaan museum.
Hal senada disampaikan Kepala Disparekraf Provinsi Papua Barat Daya, Yusdin N. Lamatenggo yang mengaku baru pertama kali mengunjungi Museum Negeri NTB. Menurutnya, museum tersebut menghadirkan pengalaman edukatif yang sangat berharga bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ini luar biasa ya, sangat menarik. Menampilkan informasi lengkap tentang pembentukan NTB secara geologinya, kemudian budayanya, manusianya, sampai dengan peralatan hidup keseharian orang NTB dari zaman dulu sampai sekarang”, ungkapnya.
Ia juga menilai, keberadaan Museum NTB dapat memberikan nilai plus terhadap perkembangan provinsi NTB. Menurutnya, Museum Negeri ini dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung posisi NTB sebagai destinasi kelas dunia.
“Jadi ini saya kira luar biasa untuk provinsi NTB. sudah punya Mandalika, Rinjani, Gili, dan punya museum yang menceritakan tentang budaya dan sejarah NTB dari zaman dulu sampai sekarang”, pungkasnya.(Red)
