![]() |
| Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil VI, Nadirah Al Habsy |
Bima,(Beritantb.com) – Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil VI, Nadirah Al Habsyi, menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Bima dan Dompu. Berdasarkan data Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) NTB hingga akhir Mei 2026, tercatat 26 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bima, 16 kasus di Kota Bima, dan 14 kasus di Kabupaten Dompu.
Menurut Nadirah, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak.
“Kasus kekerasan terhadap anak yang terus terjadi harus menjadi alarm bagi kita semua. Peran orang tua dalam mengawasi dan mendampingi anak sangat penting. Begitu juga guru di sekolah harus lebih peka terhadap kondisi psikologis dan pergaulan anak-anak,” ujarnya anggota dewan komisi 5 tersebut saat diwawancarai media ini, Minggu (14/6/2026).
Nadirah menilai penguatan pendidikan karakter, pengawasan terhadap aktivitas anak, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak merupakan langkah penting dalam mencegah kekerasan maupun berbagai tindakan yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan regulasi yang berpihak pada perlindungan anak. Salah satu contohnya adalah Peraturan Daerah (Perda) Kambeke Anak di Kabupaten Dompu.
"Regulasi tersebut mendorong peran aktif orang tua dalam mengawasi keberadaan dan aktivitas anak, terutama pada malam hari, sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan mereka", tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta masyarakat dapat bersinergi untuk menekan angka kekerasan terhadap anak. Menurutnya, anak-anak merupakan aset masa depan daerah yang harus mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Provinsi NTB dan memerlukan upaya bersama yang berkelanjutan melalui edukasi, penguatan peran keluarga, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.
Data DP3A NTB menunjukkan bahwa perlindungan anak masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.(Red).
