![]() |
| Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahdalena |
Mataram,(Beritantb.com) - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahdalena, mendesak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk bertindak tegas terhadap maskapai penerbangan. Mahdalena menuntut jaminan ketepatan waktu jadwal kepulangan jemaah haji Indonesia ke tanah air tanpa ada drama penundaan (delay).
Politisi PKB ini mengingatkan fase pemulangan merupakan titik krusial bagi kondisi fisik dan psikologis jemaah. Rangkaian puncak haji yang menguras energi membuat tubuh jemaah rentan ambruk, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta jemaah risiko tinggi.
"Kami bersyukur pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini telah berjalan dengan baik. Sebagian jemaah juga sudah mulai ditarik ke daerah-masing. Kami berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar dan tidak terjadi keterlambatan penerbangan. Jika terjadi penundaan, jemaah berusia lanjut dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu berpotensi mengalami kelelahan yang lebih berat," ujar Mahdalena langsung dari Makkah, Arab Saudi, Rabu (03/06/2026).
Mahdalena menjelaskan waktu tunggu berjam-jam di bandara akibat penundaan berpotensi memicu dehidrasi hebat, stres, hingga memicu riwayat penyakit jemaah. Oleh karena itu, PPIH wajib memperketat koordinasi bersama otoritas bandara dan manajemen maskapai penerbangan sejak dini.
Efek domino dari mundurnya jadwal penerbangan juga dinilai merugikan banyak pihak. Selain menyiksa jemaah di bandara, keterlambatan ini membingungkan pihak keluarga yang datang di asrama haji serta cakupan jadwal para petugas pelayanan di darat.
Mahdalena menuntut PPIH menyiapkan skema mitigasi darurat jika terjadi keterlambatan pesawat telanjur. Ruang tunggu bandara wajib dipastikan ramah lansia, bersih, memiliki pendingin ruangan yang prima, serta memiliki persediaan air minum yang melimpah agar jemaah informasi tidak teantar tanpa kejelasan.
Petugas kesehatan juga diminta untuk tetap menjaga kondisi fisik jemaah menjelang masuk ke dalam pesawat.
"Seluruh tim PPIH dilarang keras meninggalkan area bandara sebelum memastikan rombongan jemaah haji Indonesia benar-benar terbang secara aman dan humanis", tutupnya.(Red).
