![]() |
| Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (DPD APJATI) NTB, H. Edy Sopyan dan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal melakukan kunjungan kerja ke Malaysia, Jumat (12/0/2026). |
Malaysia,(Beritantb.com) - Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (DPD APJATI) NTB, H. Edy Sopyan dan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal melakukan kunjungan kerja ke Malaysia, Jumat (12/0/2026).
Kedatangannya Ketua APJATI NTB dan Gubernur NTB ini untuk menyapa langsung ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja di sejumlah perusahaan perkebunan besar, di antaranya SD Guthrie dan FGV Malaysia.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal didampingi Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (DPD APJATI) NTB, Bank NTB Syariah, instansi terkait, serta sejumlah tuan guru.
Sekitar 400 PMI hadir dalam kegiatan yang dikemas sebagai ajang silaturahmi sekaligus pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan masa depan.
Ketua DPD APJATI NTB H. Edy Sopyan mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah program pendampingan bagi PMI asal NTB agar memiliki masa depan yang lebih terarah setelah kembali ke daerah asal.
Menurut Edy, APJATI NTB berencana menjalin kerja sama dengan Bank NTB Syariah untuk membantu pengelolaan keuangan para PMI selama bekerja di Malaysia.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong budaya menabung dan investasi yang lebih terencana.
Selain itu, APJATI NTB juga akan menggandeng sejumlah pengembang perumahan (developer) untuk memfasilitasi kepemilikan rumah bagi PMI serta membantu menyiapkan tempat usaha bagi keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman.
“Kami ingin memastikan para PMI memiliki tujuan yang jelas. Ketika mereka pulang nanti, mereka sudah memiliki rumah, memiliki usaha, dan anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” kata Edy
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, perusahaan penempatan pekerja migran, dan sektor swasta menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan PMI asal NTB.
Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat melakukan kunjungan ke Malaysia ini menjadi momentum penguatan perhatian pemerintah terhadap para pekerja migran yang selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian keluarga dan daerah melalui remitansi yang mereka kirimkan dari luar negeri.
“Saya selalu mengingatkan bahwa jangan sampai berangkat dengan sandal jepit lalu pulang dengan kaki telanjang. Artinya, selama bekerja di luar negeri harus ada hasil nyata yang bisa dirasakan keluarga dan menjadi bekal kehidupan setelah kembali ke tanah air,” ujar Iqbal di hadapan para PMI.
Gubernur NTB menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.
Menurutnya, bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi sarana membangun masa depan keluarga yang lebih baik.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian para PMI. Pertama, mempersiapkan diri dengan baik dan memantapkan tujuan bekerja di luar negeri. Kedua, memastikan kebutuhan keluarga, terutama anak dan istri yang ditinggalkan, telah dipersiapkan secara matang.
Ketiga, PMI harus mampu mengelola penghasilan dengan disiplin agar tidak habis untuk kebutuhan konsumtif. Keempat, sejak awal para pekerja harus mulai memikirkan rencana jangka panjang setelah masa kerja di luar negeri berakhir.
“Penghasilan yang diperoleh selama bekerja harus menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jangan hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi harus diarahkan untuk investasi, pendidikan anak, dan usaha produktif,” tegasnya.(Red).


