14 Mahasiswa KKP UIN Mataram Mengabdi di Desa Mareje, Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Digital




14 Mahasiswa KKP UIN Mataram Mengabdi di Desa Mareje, Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Digital
Acara penerimaan mahasiswa KKP UIN Mataram di kantor Desa Mareje kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.


Lombok Barat,(Beritantb.com) – Pemerintah Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, secara resmi menerima peserta Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Tahun 2026 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam acara serah terima yang berlangsung di Kantor Desa Mareje, Jumat (3/7/2026).

Mengusung tema "Transformasi Desa Digital Berkelanjutan Menuju Masyarakat Sejahtera", kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa UIN Mataram di Desa Mareje selama 44 hari.

Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri oleh Pemerintah Desa Mareje, dosen pembimbing lapangan, mahasiswa peserta KKP, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Pada tahun ini, UIN Mataram menempatkan sebanyak 14 mahasiswa di Desa Mareje, terdiri dari 10 mahasiswa perempuan dan 4 mahasiswa laki-laki. Kehadiran para mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan desa berbasis digital.




Ketua Kelompok KKP UIN Mataram Desa Mareje, Kholidin Ramdan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Mareje beserta masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan tangan terbuka.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya karena telah membuka pintu, membuka rumah, dan membuka hati untuk menerima kami di desa tercinta ini," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa hadir bukan untuk merasa paling tahu, melainkan untuk belajar langsung dari masyarakat mengenai nilai-nilai gotong royong, kearifan lokal, serta menggali berbagai potensi yang dimiliki Desa Mareje.

"Kami datang membawa nama almamater, tetapi tidak membawa kesombongan ilmu. Kami ingin belajar dari masyarakat dan bersama-sama mewujudkan tema besar KKP tahun ini, yaitu transformasi desa digital menuju masyarakat yang lebih sejahtera," katanya.

Kholidin juga memohon bimbingan serta masukan dari seluruh masyarakat selama pelaksanaan KKP. Ia memastikan seluruh mahasiswa akan menjaga nama baik kampus, menghormati adat istiadat, serta menjaga ketertiban selama berada di Desa Mareje.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKP UIN Mataram, Sunandar Azmaul Hadi, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mareje yang kembali memberikan kepercayaan kepada UIN Mataram untuk melaksanakan KKP di wilayah tersebut.

Ia berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat desa.

"Kami berharap mahasiswa dapat menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Mareje," ujarnya.






Kepala Desa Mareje, H. Muhsin Salim, mengatakan bahwa Desa Mareje telah beberapa kali menjadi lokasi pelaksanaan KKP dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat, termasuk UIN Mataram.

Menurutnya, meskipun berada di kawasan perbukitan dan masih menghadapi keterbatasan jaringan internet, Desa Mareje memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

"Sudah empat periode UIN Mataram melaksanakan KKP di Desa Mareje. Walaupun desa kami berada di atas gunung dan masih minim jaringan, Mareje memiliki 10 dusun serta potensi wisata yang sangat besar untuk dikembangkan," katanya.

Ia berharap melalui program KKP bertema transformasi desa digital, para mahasiswa mampu memberikan gagasan dan inovasi yang dapat mendorong kemajuan desa, khususnya dalam pengembangan sektor wisata dan pelayanan berbasis teknologi.

Kepala Desa juga memperkenalkan moto Desa Mareje, yakni "Maju, Religius, Jenius", sebagai semangat bersama dalam membangun desa yang maju, berdaya saing, dan berkarakter.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mareje, Ramli Ahmad, S.Pd, yang mewakili orang tua asuh mahasiswa KKP, berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa pengabdian selama 44 hari untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta KKP senantiasa menjaga nama baik Universitas Islam Negeri Mataram, membangun komunikasi yang harmonis dengan warga, serta meninggalkan kesan positif selama berada di Desa Mareje.

Dengan dimulainya KKP Tahun 2026 ini, diharapkan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat mampu melahirkan berbagai program inovatif yang mendukung terwujudnya transformasi desa digital berkelanjutan menuju masyarakat yang sejahtera.(Red).





Iklan