Mataram,(Beritantb.com) — Pengurus Gabungan Kawula Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Museum Negeri NTB, Kota Mataram pada Kamis,(16/07/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi pemuda Bima dan Dompu yang berada di Pulau Lombok untuk memperkuat komitmen menjaga nilai-nilai budaya serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Mengusung tema "Membumikan Maja Labo Dahu, Mengawal Kemajuan Daerah Lewat Nggahi Rawi Pahu", kegiatan ini dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTB, unsur TNI-Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa asal Bima dan Dompu di Pulau Lombok.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Dewan Pengawas GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Assoc. Prof. Junaidin, M.Pd. Kepengurusan baru dipimpin oleh Arif Kurniadin sebagai Ketua Umum, Adnan sebagai Sekretaris Umum, dan Muhmud sebagai Bendahara Umum.
Dalam sambutannya, Ketua Umum GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Arif Kurniadin, menegaskan bahwa falsafah Maja Labo Dahu tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Menurutnya, nilai Maja Labo Dahu yang bermakna rasa malu berbuat salah kepada sesama manusia dan rasa takut kepada Tuhan harus menjadi landasan moral bagi seluruh pengurus dan anggota organisasi. Nilai tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang berintegritas, menjunjung etika, menghindari konflik yang tidak produktif, serta menjaga nama baik daerah asal selama berada di tanah rantau.
Selain itu, kepengurusan baru juga berkomitmen mengimplementasikan filosofi Nggahi Rawi Pahu, yakni keselarasan antara ucapan dan tindakan. Arif menegaskan bahwa seluruh program kerja organisasi akan berorientasi pada aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan. Program yang kami jalankan harus memberikan dampak nyata, baik di bidang sosial, pendidikan, kepemudaan maupun pemberdayaan ekonomi kreatif," ujarnya.
Melalui perpaduan dua nilai luhur tersebut, GAKADA BIDOM Pulau Lombok menyatakan siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan di Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran unsur Pemerintah Provinsi NTB, Korem 162/Wira Bhakti, dan Polda NTB dalam pelantikan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap peran organisasi kepemudaan dalam membangun daerah.
GAKADA BIDOM Pulau Lombok menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal kebijakan pembangunan. Aspirasi masyarakat akan disampaikan secara santun dengan berlandaskan nilai Maja Labo Dahu, sementara komitmen Nggahi Rawi Pahu akan diwujudkan melalui kerja nyata demi kemajuan Nusa Tenggara Barat, khususnya Bima dan Dompu.
