LPA Kota Bima Gaungkan Stop Bullying di MTsN 1 Kota Bima, Juhriati: Wujudkan Madrasah Ramah Anak

LPA Kota Bima Gaungkan Stop Bullying di MTsN 1 Kota Bima, Juhriati: Wujudkan Madrasah Ramah Anak



Kota Bima, BeritaNTB.com – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima, Juhriati, SH., MH., bersama tim LPA Kota Bima memberikan sosialisasi bertema "Stop Bullying" kepada siswa Boarding School MTsN 1 Kota Bima dalam rangka kegiatan Masa Ta'aruf yang digelar pada Kamis, (09/07/2026).


Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik baru mengenai bahaya perundungan (bullying), baik dari sisi hukum, psikologis, maupun nilai-nilai agama, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.


Dalam penyampaiannya, Juhriati menegaskan bahwa bullying merupakan persoalan serius yang harus dicegah sejak dini. Menurutnya, tindakan perundungan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan psikologis remaja, menghambat proses belajar, bahkan dalam kasus tertentu dapat menimbulkan dampak yang sangat fatal bagi korban.


"Perundungan bukan sekadar candaan, tetapi merupakan tindakan yang dapat melukai fisik maupun mental seseorang. Karena itu, seluruh siswa harus berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk bullying," ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa perilaku bullying tidak hanya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, tetapi juga dilarang dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT melarang umat-Nya saling mengejek, mengolok-olok, maupun memberi julukan yang buruk sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Hujurat ayat 11.


Selain itu, Al-Qur'an juga melarang perbuatan mencela dan mengumpat orang lain sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Humazah ayat 1. Umat Islam juga diingatkan agar tidak mudah menuduh seseorang tanpa bukti, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani akan dimintai pertanggungjawaban, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Isra ayat 36.


Juhriati menambahkan, setiap anggota tubuh manusia, termasuk lidah, tangan, dan kaki, kelak akan menjadi saksi atas seluruh perbuatannya. Hal tersebut dijelaskan dalam Surah An-Nur ayat 24 dan Surah Yasin ayat 65, ketika mulut manusia dibungkam sementara anggota tubuh memberikan kesaksian atas apa yang pernah dilakukan.


Selain berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an, ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa seorang Muslim yang terbaik adalah mereka yang mampu menjaga lisan dan tangannya sehingga orang lain merasa aman dari gangguannya.


Melalui kegiatan tersebut, LPA Kota Bima berharap seluruh siswa MTsN 1 Kota Bima dapat menjadi teladan dalam berakhlak mulia serta bersama-sama mewujudkan lingkungan madrasah yang ramah anak, bebas dari kekerasan dan perundungan.


"Anak-anak MTsN 1 Kota Bima harus menjadi contoh dalam menjaga sikap, saling menghormati, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Mari bersama-sama mengatakan Tidak pada Bullying demi terwujudnya Madrasah Ramah Anak," tutup Juhriati. (Red).

Iklan