Mahasiswa KKP UIN Mataram Desa Mareje Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja untuk Cegah Pernikahan Dini

Mahasiswa KKP UIN Mataram Desa Mareje Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja untuk Cegah Pernikahan Dini
Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang bertugas di Desa Mareje Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat menggelar sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini bertema "Mengenal Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini", pada Senin,(20/07/2026)


Lombok Barat, (Beritantb.com)– Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang bertugas di Desa Mareje Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat menggelar sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini bertema "Mengenal Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini", pada Senin,(20/07/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Mareje, tokoh masyarakat, para orang tua, serta remaja setempat.


Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKP UIN Mataram Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan remaja, mengenai pentingnya kesehatan reproduksi serta mencegah terjadinya pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.


Ketua KKP UIN Mataram Desa Mareje, Kholidin Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa remaja merupakan masa emas untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


"Namun di usia remaja sering muncul berbagai tantangan, salah satunya terkait pemahaman tentang kesehatan diri dan kesiapan dalam membangun keluarga. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat memahami pentingnya kesehatan reproduksi remaja sebagai langkah mencegah pernikahan dini," ujarnya.


Ia mengakui bahwa pembahasan mengenai kesehatan reproduksi masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Padahal, menurutnya, apabila disampaikan dengan cara yang tepat serta selaras dengan nilai-nilai agama dan budaya, edukasi tersebut justru mampu melindungi generasi muda dari berbagai risiko yang tidak diinginkan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Mareje yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini menjadi bekal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berprestasi, serta menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat Desa Mareje," tambahnya.



Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKP UIN Mataram, Sunandar Azmaul Hadi, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghadirkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.


Kepala Desa Mareje, H. Muhsin Salim, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut dan berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.


Hal senada juga disampaikan Sekretaris Desa Mareje,Ramli Ahmad, S.Pd, yang menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya terkait kesehatan remaja dan pencegahan pernikahan dini.


Pada kesempatan itu, narasumber utama, Asikin, Konselor Remaja dan HIV/AIDS dari Yayasan INSET NTB, menegaskan bahwa pembahasan mengenai kesehatan reproduksi tidak boleh lagi dianggap sebagai hal yang tabu.


"Ngomongkan kesehatan reproduksi itu penting. Kita harus memiliki pemahaman dan informasi yang sama agar mampu membimbing anak-anak kita. Jangan sampai persoalan ini terus dibenturkan dengan stigma atau dianggap tabu, karena faktanya masih banyak remaja yang putus sekolah akibat kehamilan yang tidak diinginkan sehingga harus menikah di usia dini," jelasnya.


Asikin menekankan bahwa pencegahan pernikahan dini harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah desa. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diarahkan pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.


"Kalau kita ingin melihat Desa Mareje maju dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, maka investasi terbesar yang harus dilakukan mulai hari ini adalah membangun generasi mudanya. Pembahasan kesehatan reproduksi bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut pendidikan, masa depan, dan kualitas hidup generasi penerus," pungkasnya.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKP UIN Mataram berharap terbangun kesadaran bersama antara pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat untuk terus memberikan pendampingan serta edukasi kepada remaja sehingga mampu menekan angka pernikahan dini dan mewujudkan generasi Desa Mareje yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(Red).

Iklan