Museum NTB Hadirkan "Night at Museum", Tawarkan Tur Eksklusif Malam Hari dengan Pengalaman Berbeda

Museum NTB Hadirkan "Night at Museum", Tawarkan Tur Eksklusif Malam Hari dengan Pengalaman Berbeda
Kepala Museum NTB 


Mataram,(Beritantb.com) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat melalui program "Night at Museum", sebuah tur eksklusif malam hari yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga Agustus 2026.


Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan sensasi berbeda kepada pengunjung dalam menikmati koleksi sejarah dan budaya yang tersimpan di Museum NTB.


"Kami berharap program ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus berkesan bagi para pengunjung," ujar Ahmad Nuralam di Mataram, Selasa (21/07/2026).


Program Night at Museum akan berlangsung selama tiga hari dengan konsep tur eksklusif di Ruang Khazanah Museum NTB. Pengunjung akan diajak menjelajahi koleksi museum pada malam hari melalui sistem pendaftaran dengan jumlah peserta yang dibatasi, sehingga suasana kunjungan menjadi lebih nyaman dan eksklusif.


Selain berkeliling menyaksikan berbagai koleksi bersejarah, peserta juga akan menikmati pertunjukan musik serta mengikuti sesi diskusi bersama arkeolog yang digelar di Lapangan Mantar, yang berada di sisi kanan halaman Museum NTB.


Menurut Ahmad Nuralam, persiapan Ruang Khazanah sebagai lokasi utama kegiatan telah mencapai sekitar 70 persen.


"Ruangan sudah kami tata. Tahapan selanjutnya tinggal penataan pencahayaan dan penyusunan koleksi agar tampil lebih menarik saat malam hari," jelasnya.


Dalam program tersebut, Museum NTB akan menampilkan sekitar 90 artefak pilihan, mulai dari peralatan rumah tangga tradisional, perlengkapan upacara adat, perhiasan, senjata tradisional, hingga koleksi koin kuno dari berbagai negara.


Ahmad Nuralam menjelaskan, Night at Museum menjadi agenda perdana Museum NTB yang menghadirkan layanan kunjungan malam hari. Selama lebih dari empat dekade berdiri, museum ini umumnya hanya melayani kunjungan pada siang hari.


Melalui inovasi tersebut, Museum NTB ingin memperkuat perannya tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang publik yang edukatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.


"Museum adalah tempat masyarakat memahami asal-usul dan identitasnya. Melalui artefak yang dipamerkan, masyarakat dapat mengenali sejarah dan jati dirinya," tutup Ahmad Nuralam.

Iklan