![]() |
| Ruang Pameran Museum NTB |
Mataram, (Beritantb.com) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kebudayaan merevitalisasi ruang pameran tetap Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai upaya memperbarui penyajian koleksi dan narasi sejarah daerah. Program ini diharapkan semakin memperkuat peran Museum NTB sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata sejarah di daerah.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan proses revitalisasi dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 dan berlangsung selama empat bulan.
"Revitalisasi berlangsung mulai Agustus dan berlangsung selama empat bulan," ujarnya di Mataram, Senin.
Museum NTB menjadi salah satu penerima program revitalisasi yang dibiayai melalui anggaran tambahan Kementerian Kebudayaan dalam APBN 2026. Selain Museum NTB, program tersebut juga menyasar Taman Budaya NTB, Istana Dalam Loka, serta sejumlah cagar budaya di Pulau Sumbawa.
Menurut Ahmad Nuralam, Museum NTB memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp3 miliar. Bantuan tersebut menjadi momentum penting karena pembaruan besar terakhir yang diterima museum dilakukan pada tahun 2010 melalui pengadaan vitrin atau lemari pajangan koleksi.
Meski proses revitalisasi berlangsung, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Seluruh koleksi yang sebelumnya dipamerkan di ruang pameran tetap akan dipindahkan sementara ke ruang pameran temporer sehingga pengunjung tetap dapat menikmati berbagai koleksi artefak yang dimiliki Museum NTB.
"Kami alihkan pameran tetap ke ruang pameran temporer, sehingga masyarakat bisa melihat berbagai koleksi artefak yang kami miliki sembari revitalisasi terus berjalan," jelasnya.
Revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada pembaruan fisik ruang pameran, tetapi juga mencakup penataan ulang koleksi, peningkatan sistem pencahayaan, serta penyusunan konsep penyajian yang lebih menarik melalui pengembangan storyline dan storytelling.
Dengan konsep baru tersebut, Museum NTB akan menghadirkan alur sejarah yang lebih komprehensif, mulai dari masa pra-Islam, periode Hindu-Buddha, perkembangan Islam di Nusantara, etnografi masyarakat NTB, teknologi tradisional, hingga sejarah perdagangan internasional yang menggambarkan hubungan masyarakat NTB dengan berbagai kawasan dunia.
Ahmad Nuralam berharap seluruh proses revitalisasi dapat diselesaikan tepat waktu sehingga wajah baru Museum NTB dapat diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 17 Desember 2026.
"Dengan revitalisasi ini, kami berharap Museum NTB menjadi semakin representatif, modern, dan mampu memberikan pengalaman belajar sejarah serta budaya yang lebih menarik bagi masyarakat maupun wisatawan," pungkasnya.(Red)
