STRIVE Bima Perkuat Literasi Digital Pemuda, Bekali Kemampuan Tangkal Hoaks dan Penyalahgunaan AI

STRIVE Bima Perkuat Literasi Digital Pemuda, Bekali Kemampuan Tangkal Hoaks dan Penyalahgunaan AI
Pelatihan Penguatan Critical Thinking, Literasi Digital, dan Ketahanan Informasi di Era Digital



Bima,(Beritantb.com) – Program STRIVE Bima kembali menggelar Pelatihan Penguatan Critical Thinking, Literasi Digital, dan Ketahanan Informasi di Era Digital tahap kedua bagi pemuda dan remaja di Desa Rato, Desa Kananga, dan Desa Tumpu, Kabupaten Bima, pada Kamis,(02/07/2026).


Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan tahap pertama yang telah memberikan pemahaman dasar mengenai literasi digital, disinformasi, dan pentingnya berpikir kritis dalam menyikapi informasi di ruang digital.


Koordinator Program STRIVE Bima, Ruli Ardiansyah, mengatakan pelatihan tahap kedua difokuskan pada pendalaman kemampuan peserta dalam menganalisis informasi, mengenali propaganda, memahami ancaman radikalisme dan intoleransi, hingga mendeteksi berbagai bentuk penipuan digital yang semakin kompleks.


Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, namun di sisi lain juga membuka peluang munculnya berbagai ancaman seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, radikalisme, trafficking, serta penipuan digital berupa scam, spam, dan fraud.


Selain itu, kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) juga dinilai memiliki potensi disalahgunakan untuk menciptakan konten manipulatif yang sulit dibedakan dari informasi yang benar. 


Kondisi tersebut membuat kalangan remaja dan pemuda menjadi kelompok yang rentan karena tingginya intensitas penggunaan media digital.


"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan dan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan di era digital," ujar Ruli.



Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mendukung tujuan Program STRIVE dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman ekstremisme dan konflik sosial melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola informasi secara bijak.


Pada pelatihan tahap kedua, peserta mendapatkan materi mengenai cara mengidentifikasi hoaks, disinformasi, dan propaganda, memahami pola penyebaran radikalisme dan intoleransi, mengenali berbagai modus penipuan digital seperti scam dan fraud, serta memahami risiko penyalahgunaan AI dalam penyebaran informasi.


Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan melakukan analisis dan verifikasi informasi sehingga mampu memilah informasi yang valid sebelum menyebarkannya kepada orang lain.


Kegiatan ini menyasar 30 peserta yang berasal dari wilayah intervensi Program STRIVE Bima, yakni Desa Rato, Desa Kananga, dan Desa Tumpu. Para peserta terdiri dari kalangan remaja dan pemuda yang diharapkan menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing.


Melalui pelatihan ini, Program STRIVE Bima menargetkan lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu mendeteksi berbagai bentuk manipulasi informasi, serta berperan aktif dalam membangun ketahanan informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.


Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan ruang digital dapat dimanfaatkan secara lebih sehat, aman, dan produktif, sekaligus menjadi benteng terhadap penyebaran hoaks, ekstremisme, dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.(Red).

Iklan