Tanpa Seragam dan Gaji, Lalu Ratmaji Setia Atur Lalu Lintas di Simpang Indomaret Rembiga

Tanpa Seragam dan Gaji, Lalu Ratmaji Setia Atur Lalu Lintas di Simpang Indomaret Rembiga
Lalu Ratmaji.


Mataram,(Beritantb.com) – Di tengah riuh kendaraan yang saling berebut jalan di simpang tiga depan Indomaret Rembiga, Kota Mataram, ada satu sosok yang hampir setiap hari berdiri membantu mengatur arus lalu lintas. 


Ia bukan anggota kepolisian, bukan petugas Dinas Perhubungan, dan tidak mengenakan seragam resmi. Namanya Lalu Ratmaji.


Dengan senyum ramah dan gerak tangan yang sigap, Ratmaji menjadi sosok yang diam-diam dirindukan banyak pengguna jalan.


Kehadirannya membuat kendaraan lebih mudah melintas di salah satu titik yang kerap padat tersebut.


Lalu Ratmaji merupakan perantau asal Dusun Gubuk Kute Timuk, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Sejak tahun 2021, ia meninggalkan kampung halamannya menuju Kota Mataram demi mencari penghidupan yang lebih baik.


Di kampung, kesempatan kerja sangat terbatas. Kondisi ekonomi keluarga yang sederhana mendorongnya mengambil keputusan berat untuk merantau. Harapannya sederhana, yakni bisa bertahan hidup sekaligus membantu kedua orang tuanya yang telah lanjut usia.


Perjalanan hidup di kota ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan, Ratmaji memilih tetap produktif dengan membantu mengatur lalu lintas di simpang tiga Jalan Halmahera, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.


Ia menjalankan aktivitas itu bukan karena memiliki surat tugas ataupun menerima gaji bulanan. Ratmaji melakukannya atas kesadaran sendiri karena merasa kehadirannya dapat membantu masyarakat.


Setiap hari, di bawah terik matahari, ia berdiri di tengah persimpangan, memberi isyarat kepada pengendara agar saling bergantian melintas. Berkat bantuannya, arus kendaraan menjadi lebih tertib dan risiko kemacetan dapat diminimalkan.



Kehadirannya pun mendapat apresiasi dari warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.


Ary Juniardi mengatakan, Ratmaji merupakan sosok yang sangat membantu masyarakat.


"Bapak ini ramah dan sangat membantu kelancaran lalu lintas di sekitar Indomaret Rembiga," ujarnya.


Hal senada disampaikan Dyto Dijunk Gaip. Menurutnya, Ratmaji tidak pernah meminta imbalan kepada pengguna jalan.


"Bapak ini memang ramah, tulus juga bantu, nggak pernah minta uang. Cuma dapat dari yang ikhlas ngasih," katanya.


Kesaksian lain datang dari pengguna jalan bernama Dhay Ing. Ia mengaku selalu terkesan dengan sikap Ratmaji saat membantu pejalan kaki menyeberang.


"Seru kalau diseberangkan sama mamik ini. Dia lucu, banyak bicaranya, jadi suasananya ramai. Nggak lupa selalu bilang hati-hati dan mendoakan semoga selamat di jalan. Sederhana sih, tapi nggak semua orang bisa seperti itu," tuturnya.


Di saat banyak orang bekerja dengan menunggu upah, Lalu Ratmaji menghadirkan makna lain tentang pengabdian. Ia tidak tercatat sebagai petugas resmi, tidak menerima honor tetap, namun tetap hadir setiap hari membantu mengatur lalu lintas.


Harapannya pun sederhana. Ia ingin ketulusan yang diberikannya kepada masyarakat dihargai, bukan dipandang sebelah mata.


Bagi sebagian orang, Lalu Ratmaji mungkin hanyalah seorang pengatur jalan sukarela. Namun bagi mereka yang setiap hari terbantu melintas dengan aman dan tertib, ia adalah bukti bahwa ketulusan masih hidup di tengah hiruk-pikuk kota—bekerja dalam diam, tanpa meminta tepuk tangan.


Iklan