Pameran Uang Rinjani “Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri” Perkuat Literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Pameran Uang Rinjani “Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri” Perkuat Literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
Pengukuhan Ketua Komunitas Numismatik Sasambo


Mataram,(Beritantb.com)— Upaya memperkuat literasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui Pameran Uang Rinjani bertajuk “Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri” yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa, 11 Agustus 2026.


Pameran tersebut menghadirkan berbagai koleksi uang kuno serta alat dan media pertukaran yang digunakan masyarakat pada masa lampau. Koleksi yang dipamerkan merupakan koleksi Kadek Budi.


Beragam koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan sejarah alat pembayaran dari masa ke masa, sekaligus memperlihatkan perkembangan sistem pertukaran dalam kehidupan masyarakat.


Melalui pameran ini, masyarakat tidak hanya diajak melihat uang sebagai alat pembayaran, tetapi juga memahami nilai sejarah, budaya, dan edukasi yang terkandung di dalamnya. Berbagai bentuk uang dan media pertukaran masa lampau merekam perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat serta menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia.


Tema “Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri” juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.


Rupiah bukan sekadar alat pembayaran yang sah, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Pengukuhan Ketua Komunitas Numismatik Sasambo


Pameran Uang Rinjani tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua Komunitas Numismatik Sasambo periode 2026–2029, Sasih Gunalan.


Pengukuhan dilakukan oleh Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas. Prosesi ditandai dengan penyerahan kartu anggota Numismatik kepada Sasih Gunalan sebagai simbol pengukuhan sekaligus dimulainya masa kepemimpinan periode 2026–2029.


Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota Komunitas Numismatik Sasambo, unsur Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah undangan dan pihak terkait.


Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran komunitas numismatik di NTB, khususnya dalam mengembangkan kegiatan edukasi, dokumentasi, penelitian, hingga pelestarian benda-benda yang memiliki nilai sejarah berkaitan dengan mata uang.


Wadah Pelestarian Sejarah Mata Uang


Ketua Komunitas Numismatik Sasambo, Sasih Gunalan, mengatakan komunitas yang dipimpinnya merupakan komunitas numismatik pertama di Nusa Tenggara Barat yang menghimpun masyarakat dengan ketertarikan terhadap kegiatan mengoleksi dan meneliti berbagai benda yang berkaitan dengan mata uang.


Koleksi tersebut antara lain berupa koin atau uang logam, uang kertas, token, medali, serta berbagai media pertukaran dan artefak numismatik lainnya.


“Sebagai komunitas numismatik pertama di Nusa Tenggara Barat, kami ingin membangun sebuah wadah yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul para kolektor, tetapi juga menjadi ruang untuk mengkaji, meneliti, mendokumentasikan, dan memperkenalkan sejarah mata uang kepada masyarakat,” ujar Sasih.


Menurutnya, numismatik memiliki potensi besar sebagai media edukasi sejarah. Koleksi uang dan benda-benda yang berkaitan dengan mata uang dapat memberikan informasi mengenai perkembangan kehidupan sosial, ekonomi, politik, teknologi, hingga kebudayaan masyarakat pada suatu masa.


Karena itu, Komunitas Numismatik Sasambo akan terus mendorong kegiatan pameran, diskusi, penelitian, edukasi, dan dokumentasi agar koleksi numismatik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


Sasambo, Representasi Sasak, Samawa, dan Mbojo


Nama “Sasambo” dipilih sebagai identitas komunitas yang merepresentasikan tiga kelompok masyarakat utama di Nusa Tenggara Barat, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo.


Nama tersebut memiliki makna sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan keberagaman masyarakat NTB. Komunitas Numismatik Sasambo diharapkan menjadi ruang bersama yang dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang melalui ketertarikan terhadap sejarah dan benda-benda numismatik.


“Nama Sasambo merupakan representasi dari Sasak, Samawa, dan Mbojo. Kami ingin komunitas ini menjadi wadah bersama yang mencerminkan keberagaman Nusa Tenggara Barat. Ke depan, kami berharap Komunitas Numismatik Sasambo mampu bersinergi dengan berbagai program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” jelas Sasih.


Sinergi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program edukasi, kebudayaan, sejarah, literasi Rupiah, pameran, penelitian, serta kegiatan lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Bangun Literasi Rupiah melalui Sejarah Numismatik


Pameran Uang Rinjani “Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri” menjadi salah satu pendekatan edukatif untuk memperkenalkan sejarah dan perkembangan mata uang kepada masyarakat.


Koleksi uang kuno dan media pertukaran masa lampau yang dipamerkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat perjalanan sistem pembayaran secara lebih dekat. Dari koleksi tersebut, masyarakat dapat memahami bahwa perkembangan alat pembayaran merupakan bagian dari perjalanan panjang peradaban manusia.


Melalui kegiatan ini, semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah diharapkan tidak berhenti pada pemahaman Rupiah sebagai alat transaksi, tetapi berkembang menjadi kesadaran untuk menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa dan bagian dari identitas Indonesia.


Ke depan, Komunitas Numismatik Sasambo berkomitmen membangun kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, lembaga pendidikan, komunitas budaya, kolektor, akademisi, serta masyarakat.


Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas literasi numismatik dan Rupiah di Nusa Tenggara Barat sekaligus mendorong pelestarian berbagai koleksi yang memiliki nilai sejarah.


Pameran Uang Rinjani sekaligus menjadi penanda dimulainya periode kepengurusan baru Komunitas Numismatik Sasambo 2026–2029. Komunitas ini diharapkan terus tumbuh sebagai wadah edukasi, penelitian, pelestarian, dan pengembangan numismatik di Nusa Tenggara Barat.(Red).

Iklan