![]() |
| Kegiatan pelatihan |
Bima,(Beritantb.com) — Program STRIVE (Strengthen Rehabilitation-Reintegration Program & Improve Social Cohesion Against Violent Extremism) terus mendorong penguatan kapasitas komunitas melalui pemberdayaan ekonomi. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Kewirausahaan Tahap Lanjut bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bima.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha, sekaligus memperluas jejaring dan membangun kolaborasi antarpelaku usaha.
Pelatihan tersebut juga merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi komunitas. Penguatan kapasitas kewirausahaan dinilai penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Koordinator Program STRIVE, Ruli Ardiansyah, mengatakan penguatan kapasitas ekonomi merupakan salah satu bagian penting dalam membangun kemandirian dan ketahanan teman-teman komunitas di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan dalam meningkatkan pendapatan, tetapi juga bagaimana membangun keterampilan, kepercayaan diri, serta jejaring yang dapat mendukung keberlangsungan usaha.
“Penguatan kapasitas ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kemandirian,” ujar Ruli pada Sabtu,(22/08/2026)
Melalui pelatihan tahap lanjut ini, peserta diharapkan mendapatkan wawasan yang lebih praktis dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Materi yang diberikan juga diarahkan untuk membantu peserta memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
Selain meningkatkan kemampuan individu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antarpeserta dan komunitas. Jejaring yang terbentuk selama program dapat menjadi modal sosial untuk saling berbagi pengalaman, membangun kerja sama, hingga membuka peluang usaha baru.
Program STRIVE menempatkan pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun komunitas yang tangguh, mandiri, dan inklusif.
Sementara itu, Ketua Komunitas SAS, Fedo, mengapresiasi kehadiran LPA NTB yang selama satu tahun terakhir dinilai memberikan manfaat bagi komunitas.
“Dengan kehadiran LPA NTB kita banyak kenal orang. Tidak hanya mengenal orang, namun kehadiran LPA NTB ini memberikan manfaat bagi kita semua dalam komunitas ini,” ujar Fedo.
Menurut Fedo, selama satu tahun terakhir anggota komunitas telah merasakan berbagai manfaat dari program yang dijalankan LPA NTB. Selain memperluas jejaring, program tersebut juga memberikan ruang bagi anggota komunitas untuk mengembangkan kapasitas dan potensi yang dimiliki.
“Satu tahun terakhir ini teman-teman komunitas merasakan kemanfaatan dari program yang dijalankan oleh LPA NTB,” katanya.
Hal senada disampaikan Koordinator Kewirausahaan, Ustaz Nasir. Ia mengatakan hubungan antara para peserta dan pihak yang terlibat dalam program telah terbangun dengan baik melalui berbagai kegiatan yang dilakukan bersama.
“Kami sangat cukup akrab, karena sering bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta mulai menunjukkan kemajuan dalam menjalankan usaha. Perkembangan tersebut dinilai sejalan dengan harapan LPA NTB dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami sudah menunjukkan kemajuan dalam berwirausaha sesuai dengan harapan LPA NTB,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi “Kiat Menjadi Pengusaha Sukses” yang disampaikan oleh Direktur Miskan Academy, Syahbuddin Miskan, SE., MM.
Materi tersebut membekali peserta dengan pemahaman mengenai sikap, pola pikir, dan strategi yang dibutuhkan untuk membangun serta mengembangkan usaha. Peserta juga mendapatkan wawasan terkait pengelolaan usaha dan upaya meningkatkan daya saing di tengah tantangan dunia usaha.
Melalui pelatihan kewirausahaan tahap lanjut ini, pelaku UMKM di Bima diharapkan semakin siap menghadapi persaingan, mampu mengelola usaha secara lebih profesional, serta memiliki kemandirian ekonomi yang lebih kuat.
Penguatan UMKM tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha secara individu, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan semakin kuatnya ketahanan sosial komunitas di Bima.
