Pencalonan Miq Iqbal di KONI NTB Jadi Momentum Konsolidasi Olahraga Menuju PON 2028

Pencalonan Miq Iqbal di KONI NTB Jadi Momentum Konsolidasi Olahraga Menuju PON 2028
Ketua PW KAMMI NTB, Irwan Julkarnain, S.M.


Mataram,(Beritantb.com) — Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 mulai menghangat. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum KONI NTB pada Jumat, 14 Agustus 2026.


Pencalonan tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi olahraga NTB, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


Melalui pencalonannya, Miq Iqbal berkomitmen mendorong pembinaan atlet secara maksimal sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor agar NTB tidak hanya siap dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu mencatatkan prestasi terbaik dalam PON 2028.


Miq Iqbal juga mengajak seluruh insan olahraga NTB menjaga suasana Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI tetap kondusif, tenang, dan menjunjung tinggi sportivitas.


KAMMI NTB Soroti Kebutuhan Kepemimpinan Strategis


Pencalonan Miq Iqbal mendapat respons positif dari sejumlah elemen pemuda, salah satunya Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) NTB.


Ketua PW KAMMI NTB, Irwan Julkarnain, S.M., dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026), mengatakan tantangan olahraga NTB menuju PON 2028 membutuhkan kepemimpinan KONI yang kuat, visioner, dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor.


“KONI NTB ke depan membutuhkan lebih dari sekadar administrator organisasi. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu menyatukan pemerintah, cabang olahraga, atlet, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam satu visi besar menuju PON 2028,” ujar Irwan.


Menurut KAMMI NTB, posisi Miq Iqbal sebagai kepala daerah memberikan modal kelembagaan yang relevan untuk melakukan koordinasi lintas sektor. Hal tersebut dinilai penting mengingat persiapan PON tidak hanya menyangkut pembinaan atlet, tetapi juga infrastruktur, transportasi, kesehatan, pariwisata, hingga penguatan ekonomi daerah.


Terlebih, Gubernur NTB dan Gubernur NTT telah ditunjuk sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) PON XXII 2028.


Tekankan Independensi KONI


Meski menilai pencalonan Miq Iqbal memiliki kapasitas strategis, PW KAMMI NTB mengingatkan agar seluruh proses pemilihan Ketua Umum KONI NTB tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi.


Profesionalisme, transparansi, sportivitas, serta independensi organisasi olahraga harus tetap menjadi prinsip utama dalam Musorprov KONI NTB.


“Yang harus kita pastikan bukan siapa yang menang, tetapi apakah kepemimpinan KONI nanti mampu menjamin atlet mendapatkan pembinaan terbaik, organisasi dikelola profesional, dan PON 2028 benar-benar menjadi legacy bagi NTB,” tegas Irwan.


Pendaftaran Miq Iqbal yang disebut mendapat dukungan dari sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) serta KONI kabupaten/kota semakin mempertegas dinamika pemilihan Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030.


Dengan hadirnya Miq Iqbal sebagai bakal calon, persaingan dengan petahana Mori Hanafi diperkirakan akan menjadi ruang adu gagasan dan program untuk menentukan arah masa depan olahraga NTB.


Pada akhirnya, Musorprov KONI NTB diharapkan tidak sekadar menjadi arena pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum konsolidasi seluruh kekuatan olahraga NTB untuk menyambut PON XXII 2028 dan membangun prestasi olahraga NTB yang berkelanjutan.(Red).



Iklan