![]() |
| Pembina UnBIM, Dr. Syamsuriansyah |
Lombok Barat,(Beritantb.com) – Universitas Bima Internasional (UnBIM) MFH Mataram terus menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui program bantuan pendidikan berupa beasiswa bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan biaya untuk melanjutkan kuliah.
Setelah sebelumnya menyediakan sekitar 100 kuota beasiswa, UnBIM Mataram kembali memberikan perhatian khusus kepada putra-putri Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan menambah alokasi beasiswa sebanyak 25 kuota.
Dengan tambahan tersebut, total alokasi beasiswa yang diperuntukkan bagi masyarakat Lombok Barat kini mencapai 75 kuota.
Pembina UnBIM, Dr. Syamsuriansyah, mengatakan program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat. Kebijakan itu juga dilatarbelakangi masih rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kebetulan saya ada di Kabupaten Lombok Barat, saya melihat Angka Partisipasi Kasar anak-anak muda kita ini untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sangat rendah. Nah, dengan dasar pertimbangan angka inilah kemudian saya berpikir bagaimana kemudian Angka Partisipasi Kasar anak-anak muda melanjutkan ke perguruan tinggi ini meningkat, saya menstimulusnya dengan memberikan beasiswa,” ujarnya akhir pekan lalu.
Menurutnya, program beasiswa tersebut diharapkan menjadi peluang bagi pemuda Lombok Barat untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya.
Berdasarkan data penerimaan sebelumnya, dari sekitar 100 kuota beasiswa yang disiapkan, sebanyak 50 mahasiswa telah terserap dan memanfaatkan program tersebut. Sementara pada periode berjalan, kuota awal sebanyak 50 pendaftar telah terpenuhi.
Melihat masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan tinggi, UnBIM kemudian menambah 25 kuota baru khusus untuk masyarakat Lombok Barat.
“Saya melihat APK-nya masih sangat rendah di Kabupaten Lombok Barat untuk mau melanjutkan ke perguruan tinggi, saya tambahkan lagi 25 kuota untuk masyarakat Lombok Barat. Jadi totalnya 75 kuota,” tambahnya.
Syamsuriansyah menilai rendahnya minat sebagian pemuda melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dipengaruhi sejumlah faktor. Selain persoalan ekonomi keluarga, terdapat pula stigma sosial yang mendorong sebagian generasi muda memilih langsung bekerja atau menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri dibandingkan melanjutkan kuliah.
“Makanya kenapa kemudian saya menstimulus mereka dengan memberikan beasiswa,” jelasnya.
Padahal, pendidikan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mahasiswa tidak hanya memperoleh kemampuan akademik atau hard skill, tetapi juga keterampilan nonakademik atau soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga dalam jangka panjang.
Secara makro, APK perguruan tinggi di NTB masih berada di kisaran 36 persen. Kondisi tersebut, menurut Syamsuriansyah, membutuhkan perhatian dan intervensi bersama dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Ia berharap pemerintah daerah semakin serius mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Menurutnya, manfaat investasi pendidikan memang tidak selalu terlihat secara langsung dalam waktu singkat. Namun, peningkatan akses pendidikan dapat memberikan kontribusi terhadap indikator pembangunan manusia, termasuk rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah yang tercatat dalam statistik Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kita berharap Pemerintah Daerah concern terhadap itu. Manfaatnya memang dirasakan 5 sampai 10 tahun ke depan, tetapi dampaknya bagi Indeks Pembangunan Manusia itu bisa terlihat 1-2 tahun ke depan karena ada indikator harapan lama sekolah di BPS. Di situlah statistik kita akan meningkat,” pungkasnya.
Program beasiswa UnBIM tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga menjadi stimulus bagi semakin banyak pemuda Lombok Barat untuk berani melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.(Red).
