Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Menjerit: Hasil Panen Tak Sebanding dengan Biaya Produksi

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Menjerit: Hasil Panen Tak Sebanding dengan Biaya Produksi
Bawang merah bima 


Bima,(BeritaNTB.com)– Harga bawang merah di tingkat petani mengalami penurunan cukup drastis. Kondisi tersebut membuat para petani mengeluhkan hasil penjualan yang tidak mampu menutupi tingginya biaya produksi.


Petani bawang merah mengaku harus menanggung kerugian akibat harga jual yang terus melemah, sementara biaya untuk benih, pupuk, obat-obatan, tenaga kerja hingga biaya pengolahan lahan relatif tinggi.


Diketahui, Saat ini harga bawang merah di tingkat petani untuk ukuran standar berada di kisaran Rp12.000–Rp16.000 per kilogram. Sementara bawang merah berukuran besar hanya dihargai sekitar Rp19.000–Rp20.000 per kilogram.


Salah seorang petani mengungkapkan, anjloknya harga bawang merah membuat pendapatan dari hasil panen jauh dari harapan. Padahal, proses budidaya bawang merah membutuhkan modal yang tidak sedikit dan perawatan intensif.


“Kalau harga seperti ini, kami sangat sulit mendapatkan keuntungan. Bahkan untuk menutup modal saja belum tentu cukup,” keluhnya pada Rabu,(02/09/2026)


Menurutnya, persoalan harga menjadi salah satu ancaman serius bagi keberlangsungan usaha tani bawang merah. Ketika harga tinggi, petani memang dapat menikmati keuntungan, namun ketika harga jatuh, kerugian harus ditanggung sendiri.


Para petani berharap pemerintah turun tangan untuk mencarikan solusi, terutama dalam menjaga kestabilan harga komoditas pertanian serta memperkuat akses pemasaran bagi hasil panen petani.


Mereka juga berharap adanya perhatian terhadap rantai distribusi bawang merah dari petani hingga konsumen. Dengan tata niaga yang lebih baik, petani berharap harga di tingkat produsen tidak terlalu rendah, sementara harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.


“Yang kami harapkan bukan harga yang terlalu tinggi, tetapi harga yang wajar sehingga petani bisa menutup biaya produksi dan mendapatkan keuntungan,” katanya.


Petani meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan langkah konkret untuk mengantisipasi kembali anjloknya harga bawang merah saat musim panen raya.


Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius karena bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat di sejumlah wilayah NTB.(Red).

Iklan