Dua Kali Didemo, PT AMNT Tak Temui Massa! GAPURA NTB Siapkan Aksi Jilid III

Dua Kali Didemo, PT AMNT Tak Temui Massa! GAPURA NTB Siapkan Aksi Jilid III
Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Nusa Tenggara Barat (GAPURA NTB) kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di depan kantor PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Jumat (30/10/2026).


MATARAM, (BeritaNTB.com)– Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Nusa Tenggara Barat (GAPURA NTB) kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di depan kantor PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Jumat (30/10/2026).


Namun, aksi tersebut diwarnai kekecewaan massa demonstran. Pasalnya, tidak ada perwakilan perusahaan yang menemui massa untuk menerima sekaligus memberikan tanggapan atas aspirasi yang disampaikan.


Koordinator GAPURA NTB, Fajar, menilai sikap perusahaan tersebut menunjukkan belum adanya keterbukaan dalam merespons sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat NTB.


Beberapa isu yang disoroti meliputi transparansi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), perlindungan lingkungan hidup, kesempatan kerja bagi putra daerah, hingga rencana eksplorasi Blok Elang di Kabupaten Sumbawa.


Dalam aksi Jilid II tersebut, GAPURA NTB kembali menyuarakan lima tuntutan utama kepada perusahaan.


Pertama, mendesak pelibatan masyarakat dalam proses penyusunan AMDAL. 

Kedua, meminta transparansi komposisi tenaga kerja dan mekanisme rekrutmen. 

Ketiga, mendorong perluasan kesempatan kerja bagi putra daerah NTB.


Keempat, menuntut jaminan perlindungan lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat terdampak. Kelima, meminta penghentian eksplorasi Blok Elang apabila persyaratan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat belum dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.


GAPURA NTB menyayangkan tidak adanya perwakilan PT AMNT yang bersedia menemui massa aksi untuk membuka ruang dialog. Menurut mereka, perusahaan semestinya memberikan ruang komunikasi dan menunjukkan tanggung jawab dengan mendengarkan aspirasi masyarakat.


Atas kondisi tersebut, GAPURA NTB memastikan tidak akan berhenti menyuarakan tuntutan. Mereka bahkan menyatakan siap kembali turun ke jalan melalui demonstrasi Jilid III dengan konsolidasi massa yang lebih luas apabila perusahaan tetap tidak memberikan respons dan tindak lanjut konkret.


"Kami datang untuk berdialog, bukan untuk mencari konflik. Namun, ketika aspirasi masyarakat tidak mendapatkan respons dan pihak perusahaan tidak menemui massa aksi, maka jangan salahkan kami jika kembali turun ke jalan melalui aksi Jilid III. Kami membutuhkan jawaban dan tindakan nyata, bukan sekadar diam," tegas Koordinator GAPURA NTB Fajar.


Fajar juga menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap investasi. Sebaliknya, mereka mendorong agar aktivitas pertambangan berjalan secara bertanggung jawab, transparan, serta memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.


Menurutnya, investasi harus memberikan manfaat nyata bagi daerah, termasuk melalui keterbukaan informasi, perlindungan hak masyarakat, dan kesempatan kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal.


Ia menyebut, aksi Jilid I telah menjadi langkah awal penyampaian aspirasi, sementara aksi Jilid II merupakan penegasan kembali atas tuntutan yang belum mendapatkan respons. Jika belum ada penyelesaian, aksi Jilid III akan menjadi langkah lanjutan.


GAPURA NTB memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui gerakan damai, konstitusional, dan bertanggung jawab demi menjaga lingkungan hidup serta memperjuangkan hak masyarakat dan putra daerah Nusa Tenggara Barat.(Red).


Iklan