![]() |
| Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram, Il Sabandi, |
MATARAM (BeritaNTB.com) – Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram, Il Sabandi, mengikuti program Student Mobility di IAIN Pontianak, Kalimantan Barat, serta International Community Service atau pengabdian masyarakat internasional di Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 14–18 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sembilan mahasiswa perwakilan program studi di lingkungan FTK UIN Mataram di bawah bimbingan Wakil Dekan III, Dr. Erwin Padli, M.Hum. Program ini bertujuan memperluas wawasan akademik, memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa, serta membangun jejaring dan kolaborasi pendidikan lintas perguruan tinggi hingga tingkat internasional.
Bagi Il Sabandi, keikutsertaan dalam program tersebut bukan sekadar kesempatan menimba pengalaman di luar kampus. Pengalaman itu juga menjadi bekal untuk mengembangkan organisasi mahasiswa, meningkatkan kualitas kegiatan HMPS PGMI, serta mendorong kemajuan program studi dan fakultas.
Perluas Wawasan Kepemimpinan di Pontianak
Rangkaian kegiatan diawali dengan Student Mobility di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak pada 14–18 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa FTK UIN Mataram berkesempatan berinteraksi dengan organisasi kemahasiswaan, bertukar pengalaman, serta mempelajari berbagai pendekatan dalam pengelolaan organisasi di lingkungan perguruan tinggi yang berbeda.
Pertemuan itu menjadi ruang berbagi gagasan mengenai kepemimpinan, pengembangan program kerja, penguatan solidaritas, dan peningkatan kualitas kegiatan kemahasiswaan.
Pengalaman lintas kampus tersebut memberikan perspektif baru bahwa organisasi mahasiswa harus terus beradaptasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Sebagai Ketua HMPS PGMI, Il Sabandi memandang pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk memperkaya cara pandang dalam menjalankan amanah organisasi.
Kepemimpinan, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan program kerja, tetapi juga melalui kemauan untuk terus belajar, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi kegiatan yang bermanfaat.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan HMPS PGMI, khususnya dalam meningkatkan partisipasi anggota, memperkuat program akademik dan nonakademik, serta membangun budaya organisasi yang kreatif, kolaboratif, dan produktif.
Dari Pontianak ke Kuching, Mengabdi Melalui Pendidikan
Semangat belajar berlanjut melalui program International Community Service di SMAR Al-Madrasah Al-Islamiah, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 15–16 Oktober 2026.
Kegiatan pengabdian internasional ini berfokus pada penguatan kemampuan berpikir kritis melalui literasi data (*data literacy*) serta peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui pendampingan terarah (*guided practice*).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sekaligus memperoleh pengalaman mengenai kebutuhan peserta didik dalam lingkungan pendidikan lintas negara.
Pengalaman ini menjadi relevan bagi mahasiswa PGMI yang dipersiapkan menjadi calon pendidik pada jenjang pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah.
Calon guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, kepekaan terhadap kebutuhan peserta didik, serta kesiapan menghadapi keragaman lingkungan belajar.
Pengabdian internasional tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.
Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga tentang membangun karakter, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan membuka kesempatan belajar bagi setiap peserta didik.
Pengalaman Internasional untuk Pengembangan HMPS PGMI
Pengalaman lintas kampus dan lintas negara tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi pengembangan Prodi PGMI FTK UIN Mataram.
Sebagai Ketua HMPS PGMI, Il Sabandi memiliki peluang untuk membagikan pengalaman kepada pengurus dan anggota organisasi, sekaligus mengembangkan gagasan baru yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Tindak lanjutnya dapat diwujudkan melalui forum berbagi pengalaman internasional, pengembangan kegiatan akademik, kolaborasi dengan organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi lain, serta program pengabdian masyarakat berbasis pendidikan.
Pengalaman tersebut juga berpotensi mendukung penguatan budaya akademik dan penjaminan mutu program studi melalui kegiatan kemahasiswaan yang terencana, dokumentasi capaian mahasiswa, luaran pengabdian, serta kerja sama yang berkelanjutan sesuai kriteria akreditasi yang berlaku.
Dengan demikian, pengalaman internasional mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan diri, organisasi, program studi, dan fakultas.
Perkuat Sinergi Mahasiswa Menuju Pendidikan Global
Partisipasi sembilan mahasiswa lintas program studi dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman langsung, pertukaran gagasan, dan kolaborasi lintas negara.
Di bawah pendampingan Wakil Dekan III FTK UIN Mataram, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus mengenalkan berbagai pendekatan pengembangan pendidikan di lingkungan internasional.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kontribusi terhadap kemajuan pendidikan dapat dimulai dari langkah konkret, seperti meningkatkan kapasitas diri, membangun jejaring, mengembangkan gagasan, dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat.
Il Sabandi berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan HMPS PGMI sebagai organisasi yang kreatif, mandiri, dan unggul. Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil peluang untuk belajar dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
Perjalanan dari Pontianak hingga Kuching bukan sekadar melintasi batas geografis, melainkan juga memperluas wawasan dan memperkuat tanggung jawab mahasiswa dalam dunia pendidikan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibawa pulang sebagai bekal untuk memperkuat organisasi, mendorong kemajuan program studi, mendukung pengembangan fakultas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari kampus untuk dunia, dari pengalaman menuju pengabdian, demi kemajuan pendidikan.
