Menteri Pariwisata RI Kunjungi Museum Sade, Sisa Kebakaran Menjadi Saksi Warisan Budaya

Menteri Pariwisata RI Kunjungi Museum Sade, Sisa Kebakaran Menjadi Saksi Warisan Budaya
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengunjungi Museum sementara Dusun Adat Sade untuk melihat benda-benda sisa kebakaran yang dipamerkan kepada pengunjung bersamaan dengan ajang MotoGP Mandalika 2026, Minggu (11/10).




Lombok Tengah,(Beritantb.com) - Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengunjungi Museum sementara Dusun Adat Sade untuk melihat benda-benda sisa kebakaran yang dipamerkan kepada pengunjung bersamaan dengan ajang MotoGP Mandalika 2026, Minggu (11/10).


Benda-benda tersebut menjadi bagian dari dokumentasi perjalan Sade mulai dari Jajak Sade hingga kebakaran yang melanda Dusun Adat Sade pada 22 Agustus lalu.


Museum Sementara Sade mengusung tema besar Jejak Kehidupan dan Identitas Sade yang terbagi dalam lima subtema diantaranya Jejak Sade, Ruang Hidup dan Budaya Sade, Sade Mendunia, Ketika Api Mengubah Sade, serta Sade Bangkit dan Menyongsong Kejayaan.


Kurator Tata Pamer Museum Sade Bunyamin mengatakan, kelima subtema tersebut dirancang untuk membawa pengunjung memahami Sade secara utuh, mulai dari jejak leluhur, kehidupan masyarakat, perjalanan Sade dikenal, peristiwa kebakaran, hingga semangat masyarakat untuk bangkit.


"Kita ingin memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya di luar Sade, tentang bagaimana kehidupan dan jejak identitasnya. Kita ketahui bersama bahwa Sade beberapa bulan lalu terbakar. Walaupun warisan benda budayanya hilang, identitasnya tetap hidup di masyarakat," ujarnya.


Menurut Bunyamin, identitas Sade tidak hanya melekat pada benda budaya atau bangunan adat. Nilai budaya, semangat gotong royong, serta keterampilan masyarakat seperti menenun merupakan bagian dari identitas yang tetap hidup meskipun sebagian ruang dan benda fisik mengalami kerusakan akibat kebakaran.


"Jadi informasi yang kita sampaikan bukan hanya setelah terbakar, tetapi juga bagaimana Sade sebelum terbakar. Jadi masyarakat bisa melihat perjalanan Sade secara utuh," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan, kehadiran museum tersebut untuk memberikan informasi kepada pengunjung mengenai benda-benda yang tersisa pascakebakaran.


"Kami apresiasi menteri bisa kunjungi museum ini. Karena memang kita ingin kehadiran museum ini menjadi bagian dari merawat memori kolektif masyarakat mengenai dusun adat Sade," katanya.


Menurut Nuralam Museum Sade diharapkan menjadi ruang yang dapat mempertemukan sejarah, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Sade dengan publik yang lebih luas. Terlebih, kawasan Sade akan kembali menjadi salah satu titik perhatian wisatawan seiring penyelenggaraan MotoGP Mandalika.


“Jadi kita berharap masyarakat yang datang ke pergelaran MotoGP juga bisa menyaksikan sejarah Sade melalui museum sekaligus bernostalgia,” tuturnya.(Red).

Iklan