Siswa di Gunung Piring, Diperkenalkan Museum Sejak Dini

Siswa di Gunung Piring, Diperkenalkan Museum Sejak Dini
Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa edukasi sejarah dan budaya lokal ke SDN Batu Pedang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, melalui program Museum Masuk Sekolah, Rabu (14/10/2026).


Mataram,(Beritantb.com) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa edukasi sejarah dan budaya lokal ke SDN Batu Pedang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, melalui program Museum Masuk Sekolah, Rabu (14/10/2026).


Program tersebut menyasar siswa yang memiliki keterbatasan akses untuk berkunjung langsung ke museum.


Pamong Budaya Madya Museum NTB, Gunarti, mengatakan MMS menjadi upaya memperluas akses edukasi museum, terutama bagi sekolah yang lokasinya jauh dari museum.


"Ini salah satu program kami yang menyasar sekolah-sekolah yang jauh aksesnya ke museum," kata Gunarti.


Menurut Gunarti, pengenalan koleksi sejarah dan budaya sejak dini penting untuk membantu siswa memahami warisan leluhur sekaligus mengenali identitas budaya mereka. 


"Kita ingin mereka bisa mengenal benda-benda milik nenek moyang mereka," tuturnya.


Sementara itu, Kepala SDN Batu Pedang, Murtam, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan sejarah dan budaya penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap warisan budaya lokal.


"Program Museum Masuk Sekolah ini sangat penting, mengingat budaya-budaya kita sepertinya sudah terkikis. Budaya ini perlu kita lestarikan untuk mengingat kembali peradaban masa lalu," ujarnya.


Murtam mengatakan, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal sejarah dan budaya di lingkungan mereka sendiri, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Gunung Piring.


Menurutnya, masih banyak siswa yang belum memahami warisan budaya di sekitar tempat tinggal mereka.


"Dengan adanya MMS ini, anak-anak kami bisa memahami secara langsung sejarah dan budaya, terutama yang ada di Gunung Piring. Materi yang disampaikan tim juga luar biasa," katanya.


Museum masuk sekolah membawa 4 boks dari 15 koleksi yang disuguhkan untuk para siswa diantaranya Keris Lombok, Takepan Nabi Haparas, Dacin (timbangan kayu), Serut kecil, Pengikel, Puset/Bor, Tempat Perhiasan, Gelang Tangan, Teken Ima, Kawari, Anjuk, Sangket Pondongan, Ani-ani, hingga Pengepak padi.


Selain melihat koleksi, para siswa juga diajak mendongeng mengenai sosok anak yang haus akan pengetahuan tentang budaya.


Seorang siswi kelas 5 Sekolah Dasar, Annisa Ramadani mengaku senang dengan koleksi serta dongeng yang dibawakan dalam kegiatan MMS tersebut.


Menurutnya, cerita dibalik koleksi tersebut membuat mereka dapat mengenal budaya serta jati diri mereka.


"Kami senang. Karena adanya benda-benda bersejarah seperti perhiasan dan tempat perhiasan, dan ada keris juga," katanya.


Senada juga disampaikan siswa kelas 4 SD Zulfian Hadi yang mengaku ceria dengan program tersebut karena pengenalan koleksi dan cerita dongeng terasa menyenangkan.(Red).

Iklan