![]() |
| Pelatihan Mediasi Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan bagi Mediator di Kabupaten Bima. Kamis,(05/11/2026). |
BIMA, (Beritantb.com) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bima menggelar Pelatihan Mediasi Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan bagi Mediator di Kabupaten Bima. Kamis,(05/11/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima, Muhamad Farid, S.KM., M.P.H. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Daerah Kabupaten Bima serta para peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Muhamad Farid menegaskan bahwa DP3AP2KB memiliki peran penting dalam pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya dalam membangun keluarga yang berkualitas.
Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil dalam sebuah negara yang memiliki peran strategis dalam menentukan kemajuan bangsa.
“Unit yang terkecil dalam suatu negara yaitu keluarga. Dengan keluarga yang kuat dan maju, maka negara akan kuat dan maju juga,” ungkap Farid.
Ia menjelaskan, upaya membangun keluarga berkualitas menjadi bagian penting dalam mendukung visi besar Indonesia menuju Generasi Emas 2045.
DP3AP2KB, lanjutnya, merupakan perangkat daerah yang memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan ketahanan dan kualitas keluarga.
Farid juga menyampaikan bahwa pelatihan mediasi tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Bima yang aman, bermartabat, dan religius.
“Seperti yang dilaksanakan pada pagi hari ini, ini merupakan salah satu ikhtiar kami untuk Bima yang aman, Bima yang bermartabat, dan Bima yang religius,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius serta memperhatikan materi yang disampaikan oleh fasilitator dan narasumber.
Farid menekankan bahwa para peserta pelatihan nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan dan konflik, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan.
Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar meningkatkan kapasitas dan pengetahuan peserta, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu berperan aktif dalam membantu menyelesaikan konflik di tengah masyarakat.
“Bapak-Ibu yang menjadi peserta pelatihan mediasi ini nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Jadi, kegiatan ini bukan hanya penguatan kapasitas, tetapi jauh dari itu, Bapak-Ibu akan berperan langsung untuk mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi penting untuk memperkuat kemampuan dalam melakukan mediasi dan memahami dinamika konflik.
Materi pertama disampaikan oleh Rahmawati, ST, dengan tema Tahapan Pemetaan Analisis Konflik. Materi ini memberikan pemahaman mengenai proses pemetaan dan analisis konflik sebagai langkah awal dalam penanganan persoalan di masyarakat.
Sementara materi kedua disampaikan oleh Rifai, S.Sos., dengan tema Pengantar Mediasi, yang membahas dasar-dasar mediasi sebagai pendekatan penyelesaian konflik secara konstruktif.
Melalui pelatihan ini, DP3AP2KB Kabupaten Bima berharap para mediator dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan dalam membantu penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan perempuan, membangun ketahanan keluarga, serta menciptakan lingkungan masyarakat Kabupaten Bima yang aman, harmonis, dan berkeadilan.(Red).
