![]() |
| Konsul Jenderal Australia wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Jo Stevens dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri |
Mataram,(Beritantb.com) - Konsul Jenderal Australia wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Jo Stevens mengungkapkan masyarakat Australia memiliki ketertarikan terhadap tradisi tenun Lombok dan Bali yang sarat nilai seni, sejarah, serta keterampilan budaya.
"Setiap tahun, masyarakat Australia berkesempatan mengenal tradisi menenun yang luar biasa dari Lombok dan Bali," ujarnya dalam pernyataan, di Mataram, NTB, Sabtu, (31/10/2026).
Jo menuturkan warga Australia yang menjadi turis di Lombok dan Bali bertemu dengan para perajin lokal, mengagumi keterampilan mereka, dan membawa pulang kain tenun sebagai kenang-kenangan.
la mengaku selama tiga tahun menjabat sebagai Konsul Jenderal Australia untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara membuatnya turut jatuh cinta terhadap produk wastra Lombok dan Bali tersebut.
"Pertukaran budaya seharusnya membawa kita melampaui sekadar mengagumi karya seni, menuju pemahaman yang lebih baik terhadap karya tersebut dan orang-orang yang menciptakannya," kata Jo.
Lebih lanjut, dia menjelaskan keindahan tekstil tradisional dalam bentuk kain tenun merupakan langkah awal untuk memahami suatu kekayaan budaya yang terkandung di dalam wastra tersebut.
Jo menilai penerbitan buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles yang ditulis oleh belasan penulis lokal dari kedua pulau menjadi salah satu upaya penting untuk memperkenalkan tradisi tenun Lombok dan Bali kepada masyarakat internasional.
Buku setebal lebih dari 500 halaman yang disponsori oleh kolektor seni Australia Michael Abbott tersebut merupakan kajian besar pertama dalam bahasa Inggris yang secara khusus membahas tradisi tekstil Lombok sekaligus hubungan budaya tenun antara Lombok dan Bali.
"Buku itu memberikan kesempatan bagi masyarakat Australia dan orang-orang di seluruh dunia untuk lebih memahami seni tenun serta masyarakat yang telah menciptakannya," kata Jo pula.
Konektivitas penduduk Lombok dengan dunia internasional tidak terlepas dari posisi strategis Pelabuhan Ampenan pada abad ke-19. Pelabuhan Ampenan merupakan salah satu pelabuhan penting di kawasan timur Nusantara.
Kapal-kapal Inggris yang berlayar menuju Australia kerap singgah di Ampenan untuk mengisi perbekalan. Aktivitas itu menyebabkan terjadinya arus perdagangan, pertukaran barang, dan penyebaran berbagai pengetahuan-termasuk ilustrasi flora dan fauna.
Sementara, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan museum memiliki peran penting dalam merawat koleksi, mendokumentasikan sejarah, dan membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan tekstil tradisional. Menurut dia, pengenalan wastra tingkat internasional membutuhkan dukungan dokumentasi yang kuat dan kerja sama berkelanjutan.
"Melalui publikasi ilmiah, pengetahuan tentang kain tradisional dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai sejarah dan tradisi masyarakat yang melahirkannya," kata Indah Dhamayanti Putri
Kurator emiritus bidang seni-budaya Asia Tenggara pada Museum & Art Gallery of the Northern Territory (MAGNT) Australia James Bennett hubungan budaya Lombok dengan Australia terjalin sejak lama, salah satunya melalui kain Dodot Songket.
Kain tenun tersebut bermotif lyrebird atau burung kecapi endemik Australia. Tenun berusia sekitar dua abad itu terbuat dari benang sutera dengan teknik songket yang diperuntukkan sebagai kelengkapan upacara adat dan keagamaan.(Red).
